Book Review · Economy and Business · History

6 Fakta Menarik Tentang Jerman Timur

Jerman Timur adalah negara yang disponsori oleh Uni Soviet yang diproklamirkan pada tanggal 7 Oktober 1949 dan mengusung ideologi berhaluan sosialis kiri. Negara ini didirikan sebagai akibat dari kalahnya Rezim Nasional Sosialis Jerman pimpinan Adolf Hitler yang menyerah kepada sekutu pada bulan Mei 1945.

b665a806eef2a76a438bdc7f3e24f8f5

 

Walaupun Republik Demokratik Jerman atau yang biasa dikenal Jerman Timur ini berusia lebih lama daripada Rezim Nasional Sosialis di Jerman yang hanya bertahan di Jerman selama 12 tahun, namun tidak banyak diketahui, apa saja yang terjadi di republik yang mungil ini selama 40 tahun.

Patut diketahui bahwa di Republik kecil ini memiliki polisi rahasia yang terkenal karena kekejamannya bernama Ministerium für Staatssicherheit atau yang lebih umum dikenal sebagai Stasi. Jumlah orang yang bekerja untuk Stasi sampai Jerman Timur bersatu denga Jerman Barat adalah sekitar 91.000 personel. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada jumlah polisi rahasia Rezim Nasional Sosialis Jerman bernama Gestapo yang hanya berjumlah 7.000 personel saja.

51bIHRVwKpL._SY344_BO1,204,203,200_Artikel ini merupakan intisari dari buku yang baru saja saya baca berjudul “Born in the GDR” yang ditulis oleh Hester Vaizey. GDR adalah kependekan dari German Democratic Republic atau Republik Demokratik Jerman, nama resmi dari Jerman Timur. Buku ini menceritakan tentang delapan orang yang lahir dan tumbuh di Jerman Timur. Delapan orang ini diambil dari usia yang berbeda, jenis kelamin yang berbeda, pekerjaan yang berbeda. Bahkan dengan pandangan yang berbeda pula terhadap Jerman Timur. Tidak seperti premis awal yang mengatakan bahwa semua warga Jerman Timur bersyukur dengan bersatunya Jerman karena pemerintah Jerman Timur yang sangat opresif terhadap rakyatnya, ternyata tidak semua orang Jerman Timur menghendaki Jerman bersatu, sebagian warga Jerman Timur merasakan kehilangan yang sangat dalam ketika Jerman Timur bersatu dengan Barat. Banyak sekali lonjakan sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi setelah Jerman bersatu. Yang paling parah, mereka merasa seperti kehilangan tanah air mereka sendiri.

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik yang saya sarikan dari buku “Born in GDR”.

1. Wanita Yang Bekerja di Jerman Timur Lebih Banyak Daripada Wanita Yang Bekerja di Jerman Barat

d1e94dcf34f2f3ad92171f6eafbff990Hal ini sesuai dengan falsafah Sosialisme di mana diharapkan bahwa suami dan istri di dalam sebuah rumah tangga bisa bersama-sama mengurus rumah tangganya dengan bekerja. Hal ini menyebabkan 98% wanita di Jerman Timur memiliki pekerjaan. Bahkan sampai Pemerintah Jerman Timur juga membuatkan lagu kanak-kanak yang berjudul “Ketika Ibu Berangkat Kerja Pagi-pagi.”

 

 

2. Setelah Pensiun, Warga Jerman Timur Diperbolehkan Bepergian ke Jerman Barat dengan Bebas

c8752f819e72fd0f7355934a8a4e3f48.jpg
Warga Jerman Timur yang membelot ke Jerman Barat

Kebebasan untuk bepergian bukanlah hal yang umum dimiliki oleh sebagian besar Warga yang hidup di negara-negara sosialis terutama Jerman Timur. Terlebih lagi setelah terjadinya eksodus besar-besaran ratusan ribu warga Jerman Timur selama dekade 1950-an yang mana di antara para pengungsi tersebut sebagian besar adalah pekerja yang memiliki kecerdasan tinggi seperti dokter dan insinyur. Hal ini tentu akan sangat merugikan bagi Jerman Timur, mereka bisa terancam “Kekeringan Otak” seperti laporan yang ditulis oleh Yuri Andropov yang kelak di kemudian hari akan menjadi Sekretaris Jendral Partai Komunis Uni Soviet, mengatakan bahwa kerugian yang akan diderita Jerman Timur akibat “Kekeringan Otak” ini berkisar antara tujuh sampai sembilan milyar dolar.

Tapi untungnya Pemerintah Jerman Timur masih berbaik hati kepada warganya. Mereka memberikan kebebasan untuk bepergian dengan bebas kepada warganya yang telah memasuki usia pensiun.

3. Menggunakan Tawanan Politik Sebagai Tebusan

Stasi atau polisi rahasia Jerman Timur ini adalah kesatuan yang tugasnya mengawasi gerak-gerik warga Jerman Timur yang dianggap mencurigakan dan tidak patriotis. Selain memiliki 91.000 personel, kesatuan ini masih dibantu lagi dengan 130.000 informan yang tersebar di seluruh Jerman Timur yang bertugas memantau dan mengintai warganya sendiri. Stasi memiliki penjara rahasia yang keberadaannya dirahasiakan dari warganya sendiri bernama penjara Hohenschönhausen di Berlin. Sebagian besar dari mereka yang dijebloskan di sini adalah tahanan politik. Salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh para tahanan politik itu antara lain mencoba kabur dari Jerman Timur.

gedenkstttehohenschnhausen.jpg

penjara Hohenschönhausen

prisoner-transport.jpg
Mobil tahanan. Kadang sering disamarkan sebagai mobil angkutan barang

Selama berada di penjara, para tahanan akan mendapat perlakuan intimidatif dari para sipirnya seperti Anda akan dibuat kekurangan tidur selama berhari-hari, diisolasi tanpa bisa berbicara dengan siapapun, disiksa secara fisik, dan masih banyak lagi yang membuat para alumnus dari penjara ini masih mengalami trauma hingga hari ini. Apabila Anda bisa bebas dari penjara ini pada masa Jerman Timur masih berdiri, Anda pun diminta untuk merahasiakan apa yang terjadi di sini. Jadi mereka meminta Anda untuk menganggap segala penyiksaan itu tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi. Termasuk fasilitas ini juga mereka minta untuk dirahasiakan keberadaannya.

Namun yang unik lagi dari para tahanan yang dipenjara di sini adalah bahwa Pemerintah Jerman Timur melihat nilai ekonomis dari para tawanan ini. Tak sedikit dari para tawanan ini yang memiliki kerabat di Jerman Barat. Bagi para kerabat tawanan yang berada di Jerman Barat yang merasa tidak terima dengan perlakuan pemerintah Jerman Timur terhadap kerabat mereka di penjara Hohenschönhausen, pemerintah Jerman Timur bersedia membebaskan mereka dengan syarat membayarkan uang tebusan dengan jumlah tertentu. Jumlah uang yang diminta oleh pemerintah Jerman Timur biasanya berkisar antara 300.000-an Mark Jerman Barat dan jumlahnya masih bisa dinegosiasikan.

4. Jumlah Kiriman Barang dari Jerman Barat Lebih Banyak Dari Barang Yang Terjual di Jerman Timur

Banyak dari kita yang mengira bahwa masyarakat yang hidup di Jerman Timur selalu mengalami kekurangan baik dalam hal sandang maupun pangan. Kenyataanya tidak demikian. Mereka yang bercerita di dalam buku ini menuturkan bahwa mereka merasa selama hidup di Jerman Timur, mereka tidak pernah merasa kekurangan maupun kelaparan. Produksi sandang dan pangan pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka walaupun jumlahnya terbatas. Contohnya adalah pisang yang hanya dijual pada masa-masa tertentu dan ketika pisang ini tiba di Jerman Timur, warga Jerman Timur akan langsung memborong habis seluruh pisang yang ada di supermarket.

f7eda9c31cb634930c65e26bac13b24a
Keadaan supermarket di Jerman Timur tahun 1989

Perasaan serba kekurangan ini adalah propaganda yang selalu didengung-dengungkan oleh pemerintah Jerman Barat yang kapitalis dan anti-komunis. Namun toh propaganda ini dimakan mentah-mentah oleh warganya. Sehingga banyak dari warga Jerman Barat yang merasa iba dengan kerabat mereka di Jerman Timur yang selalu mengalami kekurangan, mereka selalu mengirimkan paket berupa uang, sandang, pangan dan barang sehari-hari lainnya seperti sabun, buku dan majalah dari Jerman Barat ke kerabat mereka di Timur.

Yang unik dari hal ini adalah  bahwa pernah ada data yang mengatakan bahwa jumlah pakaian jenis blus yang dikirim dari Jerman Barat, jumlahnya dua kali lipat lebih banyak daripada jumlah blus yang terjual di seluruh Jerman Timur.

Patut diketahui juga bahwa mengenakan barang dari Jerman Barat juga bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak patriotik karena mereka tidak merasa yakin dengan kemampuan bangsanya sendiri dalam memproduksi barang-barang konsumtif seperti itu. Walaupun fakta menjelaskan bahwa kualitas barang yang diproudksi di Jerman Barat jauh lebih baik daripada barang-barang di Jerman Timur. Kita ambil contoh saja semisal tisu toilet saja. Bagi kita yang tinggal di negara kapitalis, pasti kita menganggap dua lapisan tisu pada setiap lembar tisu toilet dan tisunya yang halus, lembut, harum dan bermotif ini sebagai hal biasa. Namun lain halnya dengan mereka yang tinggal di negara sosialis. Mereka selalu terheran-heran bagaimana negara kapitalis bisa membuat tisu toilet seperti ini?

Tidak semua barang yang dikirim oleh para kerabat dari Jerman Barat ini diterima oleh penerimanya di Jerman Timur karena Stasi sering sekali memeriksa barang-barang tersebut dan menyita beberapa uang, buku, dan majalah yang ada di paket tersebut. Namun demikian, sisa-sisa dari paket yang dikirim para kerabat dari Jerman Barat tersebut masih bisa dipakai lagi oleh kerabatnya di Jerman Timur.

5. Warga Jerman Timur hanya menghabiskan 5% dari Penghasilannya Untuk Membayar Sewa Apartemen

d44d8c24b4b5f26abb0ac0b8bc30d6b9
Kondisi Perumahan Di Jerman Timur

Di negara-negara sosialis yang apa-apa serba memperoleh subsidi dari pemerintah, warga Jerman Timur mendapatkan kemudahan yang sangat sulit diperoleh oleh rekan-rekannya di Barat, yaitu masalah papan. Hal ini berbeda dengan kawan-kawannya di Barat yang menghabiskan 20% dari penghasilan mereka untuk mendapatkan tempat tinggal. Hal inilah yang menyebabkan banyak warga Jerman Timur merasa terkejut dengan dengan proses unifikasi. Dari yang sebelumnya hanya menghabiskan 5% saja untuk tempat tinggal, kini mereka harus membayar empat kali lipatnya untuk tempat tinggal. Terlebih lagi barang-barang di Jerman bersatu tidak memperoleh subsidi dari pemerintah Jerman Bersatu seperti halnya ketika mereka masih berada di Jerman Timur dulu, sehingga pastinya selain membayar tempat tinggal yang lebih mahal, ex-warga Jerman Timur juga harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok lainnya.

6. Berbelanja di Intershop adalah Tindakan Patriotik

Intershop adalah sebuah toko di Jerman Timur yang menjual barang-barang yang berasal dari negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat, Jerman Barat, Prancis, Inggris dan lain sebagainya. Toko ini sangat unik karena biasanya yang bekerja di sini dari kasirnya hingga pelayannya adalah orang Stasi. Kamera juga tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di dalam toko ini.

5707ed5a1fa40880a2188071643e3d0a

Uniknya adalah, pernah ada sebuah perdebatan di satu-satunya partai politik yang berkuasa di Jerman Timur, SED, mengenai boleh atau tidaknya anggota partai SED berbelanja di Intershop, mengingat barang-barang yang dijual di sana adalah barang-barang dari negara kapitalis, dan seperti yang telah saya tulis sebelumnya tadi bahwa menggunakan barang dari negara kapitalis adalah haram hukumnya. Namun sepertinya untuk urusan ini terdapat pengecualian.

Intershop didirikian dengan maksud awal untuk menggalang uang keras seperti Dollar, Deutsche Mark, Pounds Sterling dari turis-turis yang berkunjung ke Jerman Timur. Uang Mark Jerman Timur tidak diterima di sini. Namun lambat laun, kebijakan ini mulai direnggangkan dan warga Jerman Timur juga diperbolehkan untuk berbelanja di sini dengan menukarkan uang Mark Jerman Timurnya ke bank dan ditukarkan dengan semacam kupon yang nantinya bisa digunakan untuk berbelanja di Intershop.

Bagi para petinggi partai SED, berbelanja di Intershop merupakan tindakan patriotik karena ini sama halnya dengan membantu upaya pembangunan di Jerman Timur dengan bertransaksi di Intershop dengan mata uang asing tadi karena Jerman Timur kekurangan mata uang asing. Mata uang asing inilah yang sering digunakan oleh Pemerintah Jerman Timur untuk mengimpor barang-barang kebutuhan dari negara-negara kapitalis yang tidak diproduksi di dalam negeri mereka sendiri. Namun para petinggi partai SED memberikan peringatan tegas bahwa ketika berbelanja di Intershop, para anggota partai SED tidak diperbolehkan untuk menggunakan seragam SED.

Bersatunya Jerman Sebagai Sebuah Renungan Bagi Kita Bersama

Berbeda dengan Amerika Serikat yang seluruh negara bagiannya berpaham kapitalis, dan berbeda pula dengan Uni Soviet yang seluruh republiknya berhaluan sosialis dan setelah runtuh pun seluruh republiknya menganut paham kapitalis, Jerman dan Korea merupakan kasus yang berbeda. Yang membuatnya menarik lagi adalah kini Jerman telah kembali bersatu.

Sebagai tambahan pengetahuan Anda, ini bukan pertama kalinya Jerman bersatu. Sebelumnya Jerman terdiri dari beberapa kerajaan yang berbahasa Jerman seperti Prusia dan Konfederasi Rhein yang kemudian disatukan oleh Otto von Bismarck di Istana Versailles pada tahun 1871. Peristiwa itu disebut Unifikasi Jerman. Itulah sebabnya ketika kedua Jerman bersatu kembali pada tahuun 1990, peristiwa tersebut disebut REunifikasi.

Yang menarik adalah, berbeda dengan penyatuan Jerman yang pertama kali, penyatuan ulang Jerman kali ini menimbulkan polemik karena ibaratnya kedua Jerman ini ibarat diasuh oleh dua orang tua yang berbeda. Jerman Barat yang diasuh oleh Amerika Serikat yang berpaham kapitalis dan individualis, sedangkan Jerman Timur diasuh oleh Uni Soviet yang berpaham sosialis dan menjunjung tinggi nilai solidaritas dan gotong royong.

Ketika kedua Jerman bersatu, idealnya sebuah penyatuan, seharusnya bisa mengakomodir nilai-nilai positif yang ada di antara kedua Jerman. Solidaritas merupakan nilai yang positif bukan? Namun kenyataannya setelah reunifikasi, Jerman bersatu sepenuhnya mengadopsi hukum dan paham dari Jerman Barat. Itulah sebabnya, ada warga ex-Jerman Timur yang menyebut peristiwa reunifikasi ini sebagai Köhl-onisasi, merujuk pada nama Perdana Menteri Jerman Bersatu saat itu, Dr. Helmut Köhl.

Oleh sebab itu, banyak masyarakat ex-Jerman Timur yang kecewa dengan bersatunya Jerman. Mereka benar-benar terkaget-kaget dengan pasar bebas dan kebebasan yang luar biasa besarnya di Jerman Barat. Tidak pernah seumur hidup mereka, warga Jerman Timur menyaksikan berita kriminal di televisi, setelah bersatu, berita kriminal menjadi tontonan sehari-hari di televisi. Hal ini membuat sebagian besar warga ex-Jerman Timur takut dan khawatir. Terlebih lagi dengan banyaknya gelandangan, tuna wisma dan pengguna narkoba di jalan raya. Walaupun hidup mereka tersiksa (menurut sudut pandang orang Barat), namun tidak ada satupun warga Jerman Timur yang tuna wisma.

Banyak pula warga ex-Jerman Timur yang tertekan dengan sistem kapitalis karena sistem ini sangat individualis dan hanya berorientasi pada materi saja. Berbeda ketika mereka masih berada di Jerman Timur di mana segala serba murah, segala serba terjamin. Kini mereka harus berjuang mengarungi gelombang ketidakpastian pasar yang kadang pasang kadang surut ini.

flagdrap.jpg

Tak ayal, hal ini membuat banyak warga ex-Jerman Timur frustasi. Tidak semua warga menghendaki reunifikasi. Mereka hanya menghendaki Pemerintah Jerman Timur untuk introspeksi.

Mereka hanya ingin menghirup sedikit udara kebebasan. Kebebasan berpendapat, kebebasan bepergian. Walaupun kini seluruh warga Jerman sudah bebas bepergian ke mana saja, tapi tidak semuanya bisa menikmati kebebasan ini karena terkendala biaya. Jadi, apa bedanya dengan keadaan sebelumnya?

Membaca buku ini seperti memberikan bahan renungan kepada saya terhadap apa yang kita hadapi bersama saat ini. Mungkin kondisi ini hampir mirip dengan peristiwa reformasi tahun 1998 di mana sebelumnya rakyat tidak memiliki kebebasan berekspresi dan pers, semua arus informasi dikendalikan oleh negara dan tiba-tiba, Boom! Rakyat dibuat kaget dengan meningkatnya jumlah berita kriminalitas di media-media di tanah air. Membuat kita resah dan gelisah untuk memandang masa depan di negeri tercinta ini. Belum lagi dengan naik-turunnya harga yang tidak pasti, membuat masyarakat semakin menyendiri dan berlomba-lomba untuk menumpuk materi. Tanpa memerhatikan keadaan di sekitar kita.

Untuk apa sebenarnya semua harta yang kita kumpulkan kalau akhirnya hanya membuat kita terisolasi? Apa yang sebenarnya kita cari di dunia ini? Apa yang sebenarnya membuat kita bahagia?

Aku merasa sangat senang karena aku mengalami hidup di dua masa yaitu pada masa Jerman Timur dan masa ketika tembok (Berlin) runtuh, karena hal itu berarti bahwa aku tidak merasa asing dengan kedua jenis sistem politik tersebut. Sehingga hal ini bisa memberikan sudut pandang yang berbeda kepadaku terhadap kapitalisme.

-Peggy, Salah seorang warga ex-Jerman Timur-

 

 

One thought on “6 Fakta Menarik Tentang Jerman Timur

  1. Bagus dan menarik sekali ulasannya. Sangat informatif akan hal yang belum banyak kita ketahui ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s