History

Gonjang-Ganjing Restorasi Meiji

Sebenarnya sudah lama aku ingin menulis artikel ini, tapi baru ada waktu luangnya sekarang. Jepang adalah negara yang aku kagumi sejak lama. Hal ini bermula ketika aku masih kecil, abangku memberikanku pertanyaan sederhana,

“Dim, dahulu Jepang dan Rusia pernah berperang. Siapakah yang menang?”

“Rusia lah! Mana mungkin Jepang yang kecilnya seperti itu bisa menang melawan Rusia yang besarnya seperti itu?” jawabku kepada abangku ngotot.

“Salah, yang menang Jepang…”

Semua dialog ini sudah aku terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tentunya, mengingat bahasa Indonesia bukan bahasa sehari-hari kami di rumah. 

Keherananku semenjak itu terus bertumbuh. Bagaimana Jepang bisa menang melawan Rusia? Akhirnya ketika duduk di bangku SMP, aku mulai dikenalkan Restorasi Meiji oleh guru sejarahku dan saat itu didukung pula dengan sebuah anime dari Jepang berjudul Samurai X yang berkisah mengenai masa-masa awal transisi restorasi Meiji yang penuh dengan gejolak.

Apa yang terlintas di benak kita apabila kita berbicara dengan Jepang? Sebuah negara yang maju secara ekonomi, stabil secara politik dan merupakan negara yang sangat ahli dalam membuat mobil dan perlengkapan elektronik lainnya. Yang kita lihat saat ini adalah buah dari perjalanan panjang Jepang yang bernama Restorasi Meiji yang terjadi pada tahun 1868 yang terjadi ketika pemerintahan Shogun yang telah berkuasa di Jepang selama kurang lebih 700 tahun menyerahkan kekuasaannya kepada kaisar.

Secara harfiah, Meiji berarti masa pencerahan. Itulah sebabnya periode ini diikuti pula oleh industrialisasi dan westernisasi besar-besaran yang terjadi di Jepang. Jepang merasa bahwa negaranya sudah tertinggal jauh dengan negara-negara berat. Itulah sebabnya pada periode ini, banyak kaum intelektual, ekonom, birokrat, dan kaum militer dikirim ke negara-negara barat untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi mereka serta kembali lagi ke Jepang untuk menerapkan kembali apa yang mereka pelajari dari negara-negara barat.

Revolusi itu selalu memakan anaknya sendiri

Restorasi ini tidak berjalan mulus semulus kita melihat Jepang saat ini. Mengutip perkataan guru PPKn-ku ketika SMA dahulu, Pak Teuku Abdurrahman, bahwa Revolusi itu selalu memakan anaknya sendiri. Banyak gejolak terjadi selama masa transisi dari pemerintahan bakufu ini ke pemerintahan kekaisaran. Gejolak ini juga terjadi selama berpuluh-puluh tahun lamannya hingga bahkan restorasi ini pernah berjalan salah arah dan kebablasan sehingga Jepang harus merestorasi lagi cara pandang mereka terhadap kekaisaran.

Oleh sebab itu, artikel ini akan meringkas peristiwa-peristiwa penting apa saja yang terjadi setelah Shogun terakhir Tokugawa Yoshinobu mengembalikan pemerintahan kembali ke tangan kaisar. Sebelum penonton merasa kecewa, sebenarnya ini hanya rangkuman wikipedia kok. Tidak ada fakta baru yang unik. Aku hanya membuat sarinya saja. Jadi kalau mau membaca lebih lengkap, silakan langsung baca sendiri di Wikipedia saja. Tapi aku sangat terbuka kepada komentar yang mau dengan senang hati menambahkan fakta-fakta baru dan menarik mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi selama Restorasi Meiji untuk memperkaya tulisanku ini.

1. Hokkaido Memisahkan Diri dan Mendirikan Republik Ezo

Setelah kekalahan Shogun Tokugawa pada perang Boshin yang berhasil mengukuhkan kekuasaan kaisar Meiji di dalam pemerintahan Jepang, para pengikut Shogun Tokugawa yang tidak menerima kekalahan ini, ternyata melarikan diri ke Hokkaido dan di sana mereka mendirikan pemerintahan sendiri bernama Republik Ezo.

Republik ini didirikan oleh mantan laksamana pemerintahan Shogun Tokugawa bernama Enomoto Takeaki. Republik ini tidak berumur panjang. Republik ini hanya bertahan selama enam bulan saja karena tentara kekaisaran mengirimkan tentaranya untuk menumpas para pemberontak ini. Akhirnya setelah kalah dalam pertempuran Hakodate, Enomoto Takeaki menyerah pada tanggal 26 Juni 1869 dan Hokkaido kembali bersatu dengan Jepang.

Setelah dilepaskan dari penjara pada tahun 1872, Enomoto Takeaki akhirnya kembali menduduki beberapa pos penting dalam pemerintahan Meiji. Salah satunya adalah menjadi duta besar Kekaisaran Rusia. Negara yang akan dipermalukan Jepang 33 tahun kemudian.

2. Pemberontakan Satsuma 

Klan Satsuma, adalah klan samurai yang tadinya berdiri berdampingan mendukung adanya restorasi Meiji. Di kemudian hari, klan Satsuma merasa kecewa dengan kebijakan baru pemerintah Meiji yang menghilangkan segala hak istimewa yang melekat di tubuh samurai. Puncak kekecewaan ini akhirnya menjadi penyebab meletusnya pemberontakan yang dipimpin oleh Saigo Takamori. Saigo Takamori juga khawatir dengan merebaknya kasus korupsi yang menjangkiti tubuh pemerintahan Meiji.

Pertempuran ini terjadi pada bulan januari 1877 dan berakhir pada bulan september di tahun yang sama. Setelah pertempuran demi pertempuran yang menyebabkan Saigo terdesak, Saigo tetap tidak ingin menyerahkan diri kepada tentara kaisar. Ada dua versi mengenai kematian Saigo ini. Ada yang mengatakan bahwa dia melakukan ritual seppuku dan ada pula yang mengatakan bahwa dia meninggal karena luka yang disebabkan oleh peluru yang bersarang di dalam tubuhnya. Namun kepalanya tetap terpenggal untuk menjaga kehormatannya sebagai seorang samurai. Tak lama kemudian, Kaisar Meiji mengampuni Saigo.

3. Perang Jepang dan China Pertama

Sudah beratus-ratus tahun lamanya Jepang terkurung dalam politik isolasi yang dimulai oleh pemerintahan keshogunan Tokugawa sehingga membuat Jepang tertinggal di belakang China. Setelah Jepang mulai membuka tabirnya terhadap dunia internasional, Jepang merasa ingin untuk menjadi salah satu pemain penting di Asia Timur Raya. Salah satunya adalah dengan menjamin kemerdekaan Korea yang saat itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Qing dari China.

Penasihat militer Jepang yang berasal dari Jerman bernama mayor Jakob Meckel mengatakan bahwa Korea itu ibarat belati yang diarahkan untuk menikam Jepang. Oleh karena itu, dengan melepaskan pengaruh China dari Korea, Jepang bisa terbebas dari bayang-bayang hegemoni China di Asia Timur. Selain itu sumber daya alam yang terkandung di dalam perut bumi Korea juga menjadi salah satu motivasi Jepang untuk menaklukan kawasan ini.

Pertempuran terjadi pada bulan Agustus 1894 setelah Jepang membentuk armada gabungan dibawah pimpinanKomandan Ito Sukeyuki. Keterlambatan Dinasti Qing dalam memodernisasi angkatan bersenjatanya juga menjadi salah satu penyebab kalahnya China dalam pertempuran melawan negara industri kemarin sore ini. Akhirnya pada bulan April 1895, Perjanjian Shimonoseki ditandatangi. Isi perjanjian ini antara lain adalah bahwa China mengakui kedaulatan Korea dan China wajib membayar ganti rugi peperangan terhadap Jepang sebesar 510juta yen. Sebuah ganti rugi yang saat itu nilainya setara 6,4 kali penerimaan pemerintah Jepang. Selain itu tentara Jepang juga menduduki Pulau Taiwan.

Mungkin karena mendapat ganti rugi yang luar biasa banyak itu menyebabkan pihak militer kekaisaran Jepang semakin besar kepala dan semakin haus akan peperangan. Kemenangan Jepang atas China hanyalah pembuka dari sikap politik Jepang yang ekspansionis. Alih-alih menguntungkan Jepang, merdekanya Korea ini justru menguntungkan Rusia.

4. Perang Jepang dan Rusia

Pertempuran ini adalah pertempuran terbesar pertama di abad ke-20. Latar belakang pertempuran ini adalah ketika Rusia berkeinginan untuk memiliki pelabuhan air hangat di Port Arthur yang letaknya berada di sebelah timur Korea dikarenakan kota Vladivostok, sebuah kota pelabuhan yang berada di timur jauh Rusia ini hanya bisa digunakan selama musim panas karena lautnya yang sering tertutup oleh es selama musim dingin. Oleh karena itu, dengan merdekanya Korea yang disponsori oleh Jepang, Rusia ingin menjalin hubungan diplomatik dan bisnis dengan Korea. Salah satunya adalah pembangunan jalur kereta api antara Seoul-Inschon yang tadinya diberikan kepada Jepang, akhirnya malah diberikan kepada Rusia pada tahun 1894. Kemudian jalur kereta api ini akan dihubungkan lagi dengan jalur kereta Trans-Siberia yang melintang di sepanjang kekaisaran Rusia yang bisa menghubungkan Vladivostok ke Moskow.

Hal ini tentu saja membuat Jepang geram. Karena khawatir dengan semakin besarnya pengaruh Rusia di Korea, akhirnya Jepang merasa perlu untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menyerang Rusia terlebih dahulu. Secara statistik, kekuatan Jepang saat itu hanya satu berbanding dua terhadap Kekaisaran Rusia. Namun karena kondisi perekonomian dan militer Rusia saat itu juga sedang terpuruk, hal ini juga menjadi faktor penyebab unggulnya Jepang atas Rusia. Bahkan aku pernah mendengar kisah bahwa tentara Rusia sering maju berperang tanpa dilengkapi dengan peralatan tempur yang lengkap.

Sebenarnya Rusia masih mampu untuk melanjutkan peperangan dengan mengirimkan bala tentara terus menerus ke timur jauh untuk melawan Jepang. Namun karena kekalahan demi kekalahan yang diderita Rusia di medan laga, kemiskinan yang semakin meluas, serta adanya insiden minggu berdarah pada tahun 1905, akhirnya menyebabkan rakyat Rusia tidak ingin lagi untuk melanjutkan peperangan. Alangkah bijak apabila Tsar lebih mementingkan urusan dalam negeri ketimbang berperang dengan Jepang yang sudah jelas-jelas tidak akan bisa menang lagi.

Akhirnya pada tahun 1905, Amerika Serikat mensponsori perjanjian damai antara kedua belah pihak yang dinamakan Perjanjian Porthsmouth. Kedua pihak menyetujui perjanjian ini yang isinya antara lain bahwa Rusia mengakui Jepang berada di bawah pengaruh Jepang dan menyerahkan setengah pulau Sakhalin bagian selatan kepada Jepang.

Pertempuran yang banyak menginspirasi banyak negara di Asia untuk bangkit melawan penjajah barat ini ternyata tidak mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat Jepang. Pertama karena peperangan ini membutuhkan biaya yang sangat mahal. Pajak tinggi diterapkan untuk mendukung peperangan ini. Korban jiwa juga sangat banyak namun wilayah yang didapat tidak seberapa. Hal ini juga menyebabkan gejolak sosial seperti kerusuhan di beberapa kota di Jepang. Tapi karena kemenangan Jepang atas Rusia inipun, akhirnya barat tidak lagi memandang Jepang secara sebelah mata lagi.

5. Terbunuhnya Mantan Perdana Menteri Ito Hirobumi

Dengan semakin kuatnya Jepang secara ekonomi dan militer di kawasan Asia Timur, hal ini menumbuhkan ambisi Jepang untuk menjadi salah satu pemain penting di Asia Timur yang saat itu didominasi dua kekuatan besar seperti China dan Rusia. Namun ternyata Jepang berhasil mengalahkan kedua kekuatan besar ini dan berhasil mencaplok Korea.

Sejak berada dibawah pemerintah Jepang pada tahun 1905, Korea dipimpin oleh seorang residen-jendral yang biasanya berasal dari latar belakang militer. Ito Hirobumi adalah residen-jendral Korea pertama yang berasal dari kalangan sipil. Sebelumnya dia merupakan perdana menteri pertama Jepang pada pemerintah berkali-kali.

Ito Hirobumi terbunuh di kota Harbin ketika dia hendak menjumpai rekan sejawatnya dari Rusia. Namun ketika baru turun dari stasiun, dia dibunuh oleh nasionalis Korea yang menginginkan kemerdekaan dari Jepang bernama An Jeung-Geun.

Ito Hirobumi bukanlah satu-satunya perdana menteri Jepang yang pernah terbunuh. Perdana Menteri Inukai Tsuyoshi juga terbunuh oleh tentara yang tidak puas dengan pembatasan jumlah angkatan laut Jepang yang saat itu sedang haus-hausnya akan peperangan. Lalu ada pula perdana menteri Jepang yang terkenal sangat sederhana gaya hidupnya yang terbunuh ketika berada di stasiun bernama Hara Takashi. Kamu juga masih bisa mengunjungi lokasi tertembaknya perdana menteri Hara Takashi apabila kami berkunjung ke stasiun Tokyo.

Demikian tadi peristiwa-peristiwa yang terjadi selama kaisar Mutsuhito yang bergelar Meiji berkusa dari tahun 1868 hingga akhir hayatnya di tahun 1912. Masa kepemimpinannya memang singkat tapi memberikan begitu banyak perubahan bagi Jepang. Walaupun kekuatan militer Jepang tumbuh sangat kuat dan sangat agresif, namun secara pribadi, kaisar Mutsuhito sendiri sebenarnya tidak ingin Jepang menjadi negara yang terlalu ekspansionis. Beliau bahkan pernah menuliskan sebuah puisi untuk mengkritik pertempuran ini. Sajak puisi tersebut berbunyi demikian

よもの海

みなはらからと思ふ世に

など波風のたちさわぐらむ

(Lautan yang terdiri dari empat mata penjuru mata angin)

(Semuanya terlahir dari satu rahim yang sama)

(Mengapa, kemudian, angin dan ombak saling berselisih?)

Bagaimanapun juga, kemajuan yang diperoleh oleh Jepang melalui Restorasi Meiji ini secara tidak langsung juga berkontribusi dalam proses kemerdekaan di tanah air. Pada tahun 1816, Belanda pernah kalah dengan Inggris. Sehingga Pulau Jawa berada dibawah kekusaan Inggris. Kemudian Inggris menyerahkan kembali kekuasaan kepada Belanda setelah Napoleon turun tahta. Pada tahun 1945 juga demikian. Belanda pernah kalah dengan Jepang dan Indonesia berada dibawah kekuasaan Jepang. Namun setelah Jepang kalah, alih-alih kembali ke dalam pangkuan Belanda, Indonesia memilih untuk merdeka. Mengapa hal ini tidak terjadi pada tahun 1816? Hal ini akan aku bahas di artikel yang lain. Karena akan sangat panjang artikel ini kalau semua aku jadikan satu.

Semoga postingan ini bermanfaat, ya.

2 thoughts on “Gonjang-Ganjing Restorasi Meiji

  1. Saya suka sejarah. Mungkin Jepang bisa maju karena pasukan mereka berani mati kali yaa, mati membela negara itu adalah sebuah kehormatan. Btw, ada alasan khusus kenapa Jepang memihak Jerman dibandingkan sekutu pada Perang Dunia kedua? Thanks.

    1. Dalam politik, musuhnya musuh itu teman, bung. Mungkin doktrin itu juga yang dipakai Jepang yang memutuskan bersekutu dengan Jerman pada saat perang Dunia II. Jepang sangat berambisi untuk menguasai sumber daya alam yang ada di sekitar wilayahnya. Sedangkan yang menghalangi ambisi Jepang saat itu adalah negara-negara sekutu seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Amerika Serikat. Jadi alangkah bijaknya untuk mencari sekutu yang memiliki musuh yang sama. Saya rasa alasannya demikian. Hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s