History

Mengkambinghitamkan Hitler

Dunia kembali terbelah dengan kembalinya Federasi Rusia ke kancah politik global setelah jatuh, terpuruk, dan terbelah 13 tahun yang lalu. Rusia kini tidak mau tinggal diam saja membiarkan Amerika Serikat menjadi satu-satunya polisi dunia. Hal ini mengingatkan kita kembali kepada Perang Dingin yang menyelimuti bumi selama 45 tahun. Beberapa konflik seperti Syria dan Ukraina saat ini adalah contoh konflik tipe perang dingin di mana Amerika dan Rusia tidak pernah berhadapan langsung tapi hanya bermain dari balik tirai. 

Ada yang berbeda dari Perang Dingin jilid dua ini. Berbeda dengan perang dingin jilid pertama yang selalu mengedepankan ideologi yang mereka anut masing-masing yaitu barat yang menganut paham kapitalis dan timur dengan paham komunis, kini kedua belah pihak lebih suka lempar batu sembunyi tangan dan bermain aman. Mereka bermain seolah-olah merekalah yang paling benar dan merekalah yang paling suci. Akibatnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini

Ada Apa dengan Hitler?
Ada Apa dengan Hitler?

Kedua belah pihak menyamakan pihak lain seolah-olah tindakan mereka mirip dengan Hitler, hal yang sama sekali tidak pernah saya lihat pada propaganda Soviet maupun Amerika Serikat pada saat perang dingin. Mereka selalu mengedepankan manfaat yang akan diperoleh apabila bergabung dengan salah satu pihak. Namun tidak dengan perang dingin kali ini. Agresi yang dilakukan Amerika terhadap Pakistan dan Irak, serta Rusia kepada Georgia dan Ukraina mereka samakan dengan agresi yang dilakukan oleh Hitler. Sangat kekanak-kanakan sekali!

Lalu pertanyaannya, apakah benar Hitler sejahat itu?

Adolf Hitler, Pria berkebangsaan Austria ini lahir di Branau-Am-Inn pada tanggal 20 April 1889. Dia adalah veteran Perang Dunia I dan dia berperang untuk Jerman. Dia terluka pada saat dia bertugas di Prancis. Di kalangan teman-temannya di garis depan, dia dianggap aneh karena lebih suka membicarakan lukisan daripada perempuan. Lebih suka berdiam diri di parit daripada berkunjung ke rumah bordil. Bahkan atasannya di militerpun menganggap Hitler tidak memiliki kecakapan yang memadai untuk naik pangkat.

Ketika perang usai pada tahun 1918, Jerman menderita kekalahan sehingga selain kehilangan beberapa wilayahnya, Jerman juga harus menanggung beban lainnya yang memberatkan Jerman seperti hutang yang tidak terhitung banyaknya. Apalagi ketika terjadi malaise atau the great depression pada tahun 1929, Jerman menderita hiperinflasi dimana mata uang mark hampir tidak memiliki nilai lagi. Harga roti di pasar bisa dijual seharga lima juta Reichsmark. Situasi yang sulit sekali yang harus ditanggung bagi seluruh rakyat Jerman.

Maka datanglah Hitler dengan janji mengembalikan kejayaan Jerman dengan merobek Perjanjian Versailles dan hal itu memikat hati 37,27% pemilih pada Pemilu tahun 1932 di Jerman.

Iya, kita semua tahu apa yang Hitler lakukan dan wariskan kepada dunia selepas Perang Dunia II usai. Tapi apakah betul semua yang Hitler lakukan biadab seolah-olah Hitler bukan manusia? Hitler masih manusia kok, buktinya dia mengalami depresi berat pada saat salah satu jendralnya menyerah di Stalingrad (kini Volgograd) pada tanggal 31 Januari 1943 setelah dikepung oleh tentara merah. Jenderal von Paulus menjadi jenderal Wehrmacht pertama yang menyerah kepada sekutu pada saat Perang Dunia II berkecamuk. Maka hal ini menjadi salah satu pukulan yang berat bagi Hitler.

Kulitnya menjadi lembek tidak lentur, matanya birunya yang memesona banyak orang Jerman tiba-tiba terlihat memerah. Iya, Hitler menderita insomnia. Selain itu Hitler juga menderita Parkinson. Dewi Fortuna telah berpaling darinya. Tapi dia tetap bersikeras tidak mau menyerah hingga akhirnya dia memutuskan untuk menelan pil sianida dan menembakkan pistol sendiri ke kepalanya di bunkernya di Berlin bersama istrinya Eva Braun yang baru ia nikahi beberapa hari sebelumnya.

Lalu di mana sisi baik Hitler? Aneh ya, saya yang bukan orang Jerman ini malah bisa membicarakan sisi baik Hitler padahal di Jerman sendiri, Hitler itu ibarat benalu pada sejarah panjang Jerman yang sudah ada semenjak kekaisaran Romawi Suci ribuan tahun sebelumnya, sehingga sangat tabu sekali untuk membicarakan keburukan maupun kebaikannya di muka umum.

Bagiku tetap saja Hitler memiliki sisi baik, karena apabila dia memang jahat dari awal, dia tidak akan mungkin memenangkan pemilu di Jerman pada tahun 1932 walaupun mungkin dengan berbagai tindak intimidasi selama pemilu, tapi siapa yang tahu?

Sisi-sisi baik yang dimiliki Hitler antara lain:

1) Memulihkan Perekonomian Jerman

Siapa sangka pemerintahan Hitler bisa memulihkan perekonomian Jerman dalam waktu singkat. Pemerintahan Hitler bisa melakukan redenominasi dalam hitungan tahun! Kita saja yang cuman ingin menghilangkan tiga angka nol di uang kita sepertinya butuh waktu berpuluh-puluh tahun.

Pengangguran berkurang dari enam juta pada saat awal masa pemerintahannya menjadi satu juta. Kehidupan sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan walaupun harus ada yang dikorbankan.

Seperti dilihat pada video di atas, sebenarnya Hitler sudah mencapai banyak hal pada tahun 1936, sebenarnya saya sendiri juga heran mengapa dia harus berbuat sejauh itu hingga menyerang tetangga-tetangganya. Tidak cukupkah hanya dengan memperbaiki ekonomi saja?

2) Pembangungan Jaringan Jalan Tol di Seluruh Jerman

Hitler Meresmikan Pembangunan Auto Bahn
Hitler Meresmikan Pembangunan Auto Bahn

Auto Bahn adalah salah satu jaringan jalan tol terbesar di Jerman yang pembangunannya sebenarnya sudah dimulai pada tahun 1929. Namun ketika Hitler terpilih sebagai Kanselir Jerman pada tahun 1933, dia merasa perlu untuk meneruskan program pembangunan jalan tol ini, maka ratusan ribu orang dikumpulkan untuk membangun jalan ini dan panjang jalan ini terus bertambah dari tahun ke tahun dari hanya 108Km pada tahun 1935 menjadi 3,300Km pada tahun 1939 atau permulaan Perang Dunia II. Dan hingga kini jalur ini terus ditambah hingga panjangnya menjadi 12.813Km pada tahun 2010.

3) Program Mobil Rakyat

Kanselir Hitler meninjau desain mobil rakyat yang didesain oleh Ferdinand Porsche.
Kanselir Hitler meninjau desain mobil rakyat yang didesain oleh Ferdinand Porsche.

Hitler yang tidak menikah hingga ajal hampir menjemputnya pada bulan April 1945 ini ternyata memiliki visi agar setiap keluarga Jerman memiliki setidaknya satu mobil yang mampu menampung dua orang dewasa dan tiga anak-anak yang mampu berlari pada kecepatan 100Km/jam. Maka disusunlah program mobil rakyat yang dalam bahasa Jerman menjadi Volkswagen. Familiar dengan merk mobil ini? Ya, ini adalah merk mobil yang diinisiasi oleh Kanselir Hitler agar rakyat Jerman bisa setara dengan rakyat Amerika Serikat yang hampir setiap keluarga memiliki mobil,

Kini Volkswagen ini menerima keluhan dari banyak rakyat Jerman karena sudah melenceng dari namanya, harga mobil ini sudah tidak merakyat lagi.

Itu tadi adalah sedikit dari banyak prestasi Kanselir Adolf Hitler bagi perekonomian Jerman dari tahun 1933-1945. Jadi sebenarnya ada sisi positif yang dimiliki oleh Hitler. Bahkan kalau kita lihat lagi, program Low Cost Green Car yang diinisiasi di pemerintahan presiden Yudhoyono ini juga mirip-mirip dengan program mobil rakyat Jerman, kan? Berarti Pak Yudhoyono meniru Hitler, dong? Bisa jadi, tapi beliau hanya mengambil sisi yang positifnya. Walaupun sebenarnya membanjiri jalanan dengan mobil pribadi bukan solusi bijak untuk mengatasi kemacetan.

Jadi bagaimana menurutmu, masih pantaskah melambangkan kelaliman pemimpin kita dengan Hitler? Bagiku pemimpin yang selama masa kepemimpinannya tidak menunjukkan perbaikan perekonomian di negara atau wilayah yang ia pimpin, dialah pemimpin yang lebih lalim dari Hitler.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s