Book Review · Economy and Business

Sehari Bersama Sir Richard Branson

Sir Richard Branson, seorang konglomerat nyentrik kelahiran Inggris 63 tahun yang lalu yang merupakan orang terkaya ke-6 di Inggris dengan kekayaan kurang lebih sekitar empat milyar dolar. Dia adalah pendiri dari Virgin Group, sebuah group yang membawahi lebih dari 400 perusahaan yang membidangi banyak industri. Industri-industri yang berada di bawah bendera Virgin antara lain seperti industri komunikasi, jasa keuangan, hiburan, liburan, penerbangan, kereta api, dan lain sebagainya dengan karyawan lebih dari 50.000 orang.

Seperti apa kegiatan sehari-hari Sir Richard Branson? Mari kita saksikan bersama video di bawah ini, selamat menikmati

Ya, Sir Richard Branson adalah salah satu role model saya, karena beliau selalu menekankan di dalam bukunya Screw Business as Usual bahwa tidak selamanya kapitalisme itu buruk. Justru dia bisa melakukan banyak kegiatan amal dan kemanusiaan setelah menjadi seorang kapitalis. Dia membantu menumbuhkan semangat kewirausahaan di Afrika Selatan untuk membantu memerangi kemiskinan di sana.

Dia memulai bisnisnya pada usia 16 tahun dengan menerbitkan majalah remaja The Student yang cukup sukses di Inggris. Kemudian pada tahun 1971, dia memulai merintis industri rekaman yang diberi nama Virgin. Darimana ide memberi nama Virgin ini muncul? Ide ini muncul dari salah satu karyawannya yang mengatakan bahwa kita semua masih perawan (virgin) dalam industri ini, jadi mengapa tidak kita jadikan saja Virgin sebagai nama perusahaan kita? Richard-pun setuju dan akhirnya Virgin menjadi brand yang terkenal di seluruh dunia.

Beberapa penyanyi yang lahir dari rahim Virgin Records antara lain seperti Keith Richards, Janet Jackson, The Human League, Culture Club, Lenny Kravits, The Smashing Pumpkins, dan juga Spice Girls. Sex Pistols juga lahir dari label rekaman ini dan gosipnya lagu “God Save the Queen” milik Sex Pistols inilah yang membuat Richard Branson dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II.

Karena lelah dan jenuh menggunakan jasa penerbangan milik maskapai penerbangan lain, akhirnya pada tahun 1984, ia membuka maskapai penerbangannya sendiri Virgin Airlines. Dari sana kemudian bisnisnya mulai menjalar ke bidang-bidang lainnya.

Richard Branson dan Virgin Airlines
Richard Branson dan Virgin Airlines

Selain itu dia selalu menekankan di dalam bukunya yang lain Like a Virgin bahwa dalam berbisnis, kita tidak boleh melupakan unsur fun didalamnya. Kalau tidak fun, lebih baik jangan diteruskan. Begitu pula terhadap karyawannya. Karyawan yang bahagia adalah duta terbaik dari suatu brand. Bagaimana kita bisa membuat konsumen bahagia apabila karyawannya sendiri tidak bahagia?

Ada beberapa fakta unik mengenai beliau yang bisa saya ceritakan kepada Anda. Antara lain:

Tidak memiliki kantor

Meeting bersama Sir Richard
Meeting bersama Sir Richard

Ya, walaupun dia memiliki lebih dari 400 perusahaan, namun dia sendiri tidak memiliki kantor. Dia selalu melakukan aktivitasnya dari rumahnya di Necker Island, sebuah pulau pribadi yang sekaligus menjadi rumahnya di British Virgin Islands yang terletak di kepulauan Karibia. Sebuah pulau yang tadinya dia hanya berpura-pura membelinya untuk memikat calon istrinya kala itu Joan, tapi kemudian malah menjadi kenyataan.

Seorang penderita disleksia dan hanya seorang lulusan SMA

Menurut Wikipedia, disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Dia mengatakan bahwa dirinya baru bisa membaca pada usia delapan tahun.

Dia adalah salah satu orang yang bersyukur tidak pernah masuk sekolah bisnis. Diapun bahkan terkenal tidak pintar di SMA-nya sampai-sampai kepala sekolahnya pernah berseloroh bahwa ketika dewasa apabila tidak menjadi kriminal, Richard Branson akan menjadi milyarder. Dan ternyata doa kepala sekolahnya yang baik yang terkabul.

Pernah Menjadi Pramugari Air Asia

Sir Richard Branson menjadi pramugari Air Asia
Sir Richard Branson menjadi pramugari Air Asia

Ya, Anda tidak salah membaca. Pramugari dengan i, bukan a! Tony Fernandes yang merupakan sahabat Sir Richard adalah pemilik dari Air Asia. Mereka berdua juga sama-sama memiliki tim di ajang balap paling bergengsi di dunia formula satu. Richard memiliki tim Virgin sedangkan Tony memiliki Lotus. Mereka bertaruh siapa yang menjadi lebih baik finish sebagai juara konstruktor di akhir musim balap, harus menjadi pramugari di maskapai penerbangan di tim yang lebih unggul. Richard kalah bertaruh karena tim Lotus finish di urutan sembilan sedangkan tim Virgin finish di urutan ke-12. Maka Richard-pun menepati janjinya dan dia menjadi pramugari Air Asia dalam sebuah penerbangan amal dari Penang ke Perth.

Bagaimana dengan Anda? Siapakah tokoh nyentrik idola Anda dan mengapa? Mari bagikan pendapat Anda di kolom comment yang ada di bawah ini.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s