History

Alasan Mengada-ada di Balik Pembongkaran Palast Der Republik Berlin

Perang Eropa yang baru saja berakhir pada tahun 1945 ternyata tidak serta-merta membuat dunia menjadi tempat yang lebih damai. Setelah Jerman bertekuk lutut di hadapan tentara sekutu, benih-benih perang baru muncul antara kekuatan kapitalisme melawan komunisme tepat di jantung Negeri Jerman.

Setelah Uni Soviet menduduki kota Berlin pada tanggal 2 Mei 1945 dan mengibarkan Bendera Palu Arit di atas parlemen Jerman yang biasa disebut dengan Reichstag, Akhirnya Uni Soviet harus rela membagi-bagi ibukota Jerman ini dengan keempat pemenang Perang Eropa lainnya yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Kemudian dibangunlah batas yang membagi Jerman selama kurang lebih 40 tahun.

Di sisi barat ada Federasi Republik Jerman atau Jerman Barat yang berhaluan kapitalis sedangkan di sisi timur ada Republik Demokratik Jerman atau Jerman Timur yang berhaluan komunis. Di batas itu pulalah yang kelak pada tahun 61 akan didirikan sebuah dinding yang dijaga dengan sangat ketat yang mengelilingi seluruh Berlin Barat yang disebut Tembok  Berlin.

Peta Kota Berlin yang Terbagi Dua
Peta Kota Berlin yang Terbagi Dua

Sayangnya setelah kota Berlin dibagi menjadi dua, Reichstag tidak termasuk ke dalam sektor yang masuk dalam pengawasan wilayah Berlin Timur. Sehingga pemerintah Jerman Timur memutuskan untuk mendirikan sebuah gedung parlemen baru yang dinamakan Palast der Republik.

Stadtschloss pada dekade 20an
Stadtschloss pada dekade 20an

Palast der Republik adalah sebuah bangunan megah yang dibangun dengan konsep modern minimalis. Bangunan ini dibangun di bekas sebuah bangunan yang bernama Stadtschloss yang dahulu merupakan sebuah tempat peristirahatan musim dingin bagi raja-raja Prussia dan Kekaisaran Jerman.

Sebenarnya selepas Perang Dunia Dua, walaupun Stadtschloss terbakar, namun bangunan ini belum hancur sepenuhnya. Beberapa isi dalam bangunan ini masih rapi tak tersentuh oleh api. Namun pemerintah Jerman Timur merasa bahwa bangunan ini merupakan simbol dari Kekaisaran Prussia dan Jerman yang sangat militeristik dan sangat haus dengan peperangan.

Atas dasar inilah kemudian pemerintah Jerman Timur merubuhkan StadtSchloss dan menggantinya dengan Palast der Republik.

Palast der Republik

Palast der Republik pada Dekade 70an
Palast der Republik pada Dekade 70an

Palast der Republik didirikan pada tahun 1973 dan selesai pada tahun 1976 oleh arsitek bernama Heinz Graffunder dan Karl-Ernst Swora.  Bangunan ini berfungsi sebagai pusat kegiatan kepartaian dan aktivitas hiburan masyarakat karena bangunan ini memiliki dua auditorium yang besar, galeri seni, teater, 13 restoran, arena bowling, kantor pos, dan sebuah diskotik. Bangunan ini diresmikan pada tanggal 23 April 1976 namun baru dibuka untuk umum dua hari kemudian.

Palast der Republik

Gedung ini menjadi sangat populer bagi masyarakat Berlin Timur karena lebih dari 90% kegiatan konser, kebudayaan, dan acara-acara kepartaian diadakan di gedung ini. Namun tentu saja tidak sembarang ideologi boleh beredar luas di gedung ini. Kebebasan masih dikekang.

Lambang Jerman Timur terpampang di lobi depan gedung ini
Lambang Jerman Timur terpampang di lobi depan gedung ini
Salah satu ruang rapat yang terdapat di dalam gedung ini.
Salah satu ruang rapat yang terdapat di dalam gedung ini.
Arena bowling yang terdapat di dalam gedung ini
Arena bowling yang terdapat di dalam gedung ini
Salah satu ruangan kantor yang terdapat di dalam gedung ini
Salah satu ruangan kantor yang terdapat di dalam gedung ini
Suasana lobi yang dipenuhi dengan lampu. Orang Jerman Timur biasa menyebutnya dengan Toko Lampu Honnecker
Suasana lobi yang dipenuhi dengan lampu. Orang Jerman Timur biasa menyebutnya dengan “Toko Lampu Erich” (Merujuk pada sekretaris jendral Partai Sosialis Jerman Timur, Erich Honnecker)
Suasana lobi yang lengang
Suasana lobi yang lengang
Suasana kongres Partai Persatuan Sosialis ke-11 pada tahun 1986 yang diadakan di dalam Palast der Republik
Suasana kongres Partai Persatuan Sosialis ke-11 pada tahun 1986 yang diadakan di dalam Palast der Republik. Ruangan ini menampung hingga 5000 orang.

Kontaminasi Asbes

Tak lama sebelum memutuskan bersatu, parlemen Jerman Timur memutuskan untuk menutup gedung ini karena kontaminasi kadar asbes yang sangat tinggi yang berbahaya bagi sistem pernafasan. Akhirnya gedung ini ditutup pada tanggal 19 September 1990 yang kemudian menjadi dasar untuk membongkar bangunan ini. Pembongkaran bangunan ini dimulai pada tanggal 6 Februari 2006. Beberapa baja yang menyokong bangunan inipun kini ikut pula dalam menyokong struktur baja pada bangunan Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab.

Lobi dan Tangga Utama Gedung ini Pada Tahun 1996. Lambang Palu dan Jangka Sudah menghilang dari gedung ini.
Lobi dan Tangga Utama Gedung ini Pada Tahun 1996. Lambang Palu dan Jangka Sudah menghilang dari gedung ini.
Lobi dan Tangga Utama pada Tahun 2004. Tidak hanya lambang negara yang hilang, namun kini gedung ini hanya tersisa kerangkanya saja.
Lobi dan Tangga Utama pada Tahun 2004. Tidak hanya lambang negara yang hilang, namun kini gedung ini hanya tersisa kerangkanya saja.
Party is over guys! No more internationale or Auferstanden Aus Ruinen.
Party is over guys! No more internationale or Auferstanden Aus Ruinen.
Proses pembongkaran Palast der Republik
Proses pembongkaran Palast der Republik

Perkembangan Selanjutnya

Setelah bangunan ini dirubuhkan, parlemen Jerman dengan cepat menyetujui bahwa di lokas bekas bangunan Palast der Republik ini akan didirikan kembali StadtSchloss yang bagian luarnya mirip dengan bangunan aslinya sedangkan bagian dalamnya sudah berisi perabotan modern. Diperkirakan proses rekonstruksi StadtSchloss ini akan berakhir pada tahun 2019.

 

Alasan Mengada-ada Dibalik Pembongkaran Palast der Republik

Saya rasa alasan dibalik pembongkaran Palast der Republik ini agak mengada-ada, Mengapa?

  1. apabila memang bangunan ini dirubuhkan karena kandungan asbes yang tinggi, mengapa pemerintah kota Berlin masih mempertahankan bangunan-bangunan peninggalan Jerman Timur lainnya yang diduga juga memiliki kandungan asbes yang tinggi? Contohnya seperti bangunan-bangunan yang terdapat di sisi kiri dan kanan jalan Karl-Marx-Allee. Bangunan-bangunan ini sebagian besar masih berdiri kokoh hingga saat ini. Dan kini, asbes-asbes yang ada di dalam bangunan inipun sudah disingkirkan.

    Karl Marx Allee
    Karl Marx Allee
  2. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa hancurnya Palast der Republik adalah simbol kemenangan Jerman Barat melawan ideologi komunis. Karena apabila alasannya karena parlemen sudah kembali dari Palast der Republik ke Reichstag, mengapa bangunan ini tidak dialihfungsikan saja seperti KulturPalast yang ada di Dresden?

    Kultur Palast Dresden
    Kultur Palast Dresden

Dilematis juga nasib bangunan ini karena di satu sisi bangunan StadtSchloss juga bangunan bersejarah sedangkan Palast der Republik juga memiliki andil dalam usaha reunifikasi Jerman. Bagaimana menurut Anda? Apakah alasan kontaminasi asbes saja sudah cukup untuk merubuhkan gedung ini? Ataukah memang alasan perubuhan gedung ini lebih bersifat politis daripada melestarikan sejarah?

 

Sumber Informasi dan Gambar:

Wikipedia

c20society.org.uk – Palast der Republik

failedarchitecture.com – Berlin’s Palast der Republik

Beberapa koleksi dari Pinterest pribadi saya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s