Book Review · History

Buku yang Membuat Bulan Desemberku Menjadi Lebih Lambat

Moscow, December 25, 1991

Moscow, December 25, 1991Buku yang dikarang oleh Conor O’Clery ini sungguh mengagumkan. Buku ini menceritakan tentang apa yang terjadi pada tanggal 25 Desember 1991 yang merupakan hari terakhir Uni Soviet hadir di muka bumi. Siapa sangka negara adidaya yang didirikan oleh Lenin 97 tahun yang lalu ini bisa lenyap dari muka bumi. “Siapa yang menyangka bahwa negara ini akan runtuh? Tidak ada yang pernah membayangkan hal ini akan terjadi, bahkan di dalam mimpi terburuk mereka” berdasarkan penuturan Presiden Vladimir Putin pada hal 285.

Buku ini berhasil menceritakan secara mendetail apa yang terjadi pada hari rabu kelabu dan membeku itu. Bagaimana ketika Mikhail Gorbachev, presiden pertama dan terakhir Uni Soviet sedang menyiapkan masa-masa bersejarah dalam hidupnya dan hidup 300juta warga Uni Soviet yang disaksikan di seluruh penjuru dunia yaitu pengunduran dirinya yang merupakan penanda utama bubarnya negeri tirai besi ini. Buku ini juga menceritakan apa yang terjadi kepada calon penerus Mikhail Gorbachev, yaitu Presiden Pertama Federasi Rusia, Boris Yeltsin. Bagaimana pendukung Yeltsin secara kasar pada hari itu mengusir keluarga Gorbachev dari kediamannya. Kejam? Sebenarnya Yeltsin juga memiliki alasan mengapa dia bersikap dingin kepada Gorbachev dan keluarganya karena di sela-sela cerita hari terakhir Uni Soviet tersebut, buku ini juga menyuguhkan kita cerita mengenai bagaimana awal mula konflik antara Yeltsin dan Gorbachev tersulut.

Sebelum aku membaca buku ini, aku berpikiran bahwa Gorbachev adalah tokoh yang putih dalam babad tanah Soviet ini sedangkan Yeltsin adalah tokoh yang hitam yang menggunakan segala daya upayanya untuk mengguncang kekaisaran totalitarian ini. Namun buku ini membuka cakrawala baru kepadaku bahwa baik Gorbachev maupun Yeltsin sama-sama abu-abu. Mereka hanyalah politikus. Itulah yang politikus lakukan, mempertahankan atau merebut kekuasaan. Namun memang pertaruhan yang dilakukan Yeltsin dengan memaksa Gorbachev untuk membubarkan negara ini sungguh besar dengan memberikan terapi kejut kepada negara yang terbiasa dengan ekonomi komando dimana segala hal disubsidi, sekolah dan kesehatan gratis menjadi negara yang berhaluan ekonomi kapitalis.

Ada sebuah anekdot setelah negara beruang merah ini runtuh bahwa,”apa saja yang diceritakan pemerintah kita tentang komunisme hanyalah bohong belaka. Namun sayangnya apa yang pemerintah kita katakan tentang kapitalis semuanya benar!” Hal ini merujuk pada hilangnya subsidi pemerintah dan privatisasi besar-besaran yang menyebabkan harga-harga melambung, kriminal terorganisir meningkat dan menciptakan banyak miliarder-miliarder baru di Rusia.

Ketika membaca buku ini, aku seperti terbawa larut ke dalam pertikaian dan drama antara Yeltsin dan Gorbachev yang kadang aku melihatnya sangat sepele dan kekananakkanakan. Apalagi di bab-bab akhir yang menceritakan hari-hari terakhir menjelang keruntuhan di bulan desember, kebetulan aku juga membacanya di bulan desember jadi seperti ikut merasakan apa yang terjadi pada hari itu 22 tahun yang lalu.

Benar-benar buku yang menarik untuk dibaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s