Culture

Kalau Anda Masih Menyalahkan Perempuan Ketika Kasus Pemerkosaan Terjadi, Maaf Pemikiran Anda Masih Lebih Terbelakang daripada Narapidana Lapas Gedung Pane

Wah, ini adalah judul terpanjang dari blog saya. Tapi saya mengharapkan agar semua laki-laki yang masih menyalahkan perempuan karena cara berpakaiannya kemudian berniat “membenarkannya” dengan melecehkan atau menodai kesuciannya, lebih baik Anda membaca ini terlebih dahulu.

Kemarin saya menjenguk teman saya yang kini menjadi tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Gedung Pane Semarang karena keapesan yang menimpa dirinya yang terlibat dalam sebuah kasus kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Saya banyak mendengar dari teman-teman saya bahwa di dalam Lapas itu seperti hukum rimba. Banyak juga terjadi kekerasan di dalam sana. Karena penasaran saya bertanya kepadanya apakah benar dia menerima banyak kekerasan di dalam sel? Dia mengatakan, Iya, di dalam ini seperti hutan rimba. Layaknya hutan rimba ada sang raja rimbanya yaitu singa dan yang berbisa seperti racun. Apabila setelah bisa mengatasi kekerasan yang dilakukan sang raja tadi, maka penghuni lapas sudah bisa tenang.

Kemudian dia menambahkan satu hal yang menarik bagi saya. Dia mengatakan bahwa apa yang diterimanya masih belum sebanding dengan para pelaku pemerkosaan. Dia bilang, jangan sampai, deh, pemerkosa masuk sini.

Kalau pemerkosa itu sudah habis di dalam sel. Apalagi kalau yang diperkosa adalah anak kecil. Hukuman teringan yang dia terima dari rekan sesama sel itu (maaf) bulu kemaluannya dibakar.

Itu yang diceritakan teman saya. Kemudian saya tanya lagi, mengapa napi lain juga tega menyiksa dan memperlakukan napi kasus pemerkosaan tersebut dengan cara demikian? Kata teman saya tadi karena mereka juga merasa muak dan jijik dengan para pemerkosa tadi.

Jadi jangan Anda berpikir kalau para pemerkosa itu di penjara hanya diam duduk-duduk menganggur saja, mereka boleh saja merasa tidak menyesal dengan apa yang mereka lakukan tapi mereka harus tahu bahwa mereka juga masih mendapat sanksi moral dari para narapidana lainnya. Dan ingat yang disebutkan teman saya tadi adalah hukuman teringan! Saya tidak berani membayangkan hukuman terberatnya seperti apa…

Pemerkosaan itu memang murni kasus kriminal

Banyak sekali yang mengatakan bahwa pemerkosaan yang banyak terjadi di angkutan umum atau di tempat lainnya karena perempuan sering mengenakan pakaian yang terlalu terbuka sehingga menimbulkan hasrat para lelaki untuk menodainya. Wanitanya lah yang salah! Bahkan tak terkecuali Gubernur Jakarta periode 2008-2013, Fauzi Bowo, juga pernah mengatakan demikian. Tapi saya pernah mendengar debat di televisi bahwa yang namanya pemerkosaan itu murni tindakan kriminal. Kadang pelaku melakukannya bukan karena nafsu tapi karena memang ingin menunjukkan sisi machoisnya ke lawan jenis.

Mungkin hal ini ada benarnya karena kalau Anda pergi ke negara-negara barat atau negara yang pernah saya kunjungi, México, perempuan naik angkutan umum dengan mengenakan tank top, shorts, hot pants, rok mini itu sudah menjadi hal yang sangat biasa. Tapi nyatanya saya tidak pernah mendengar adanya kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum disana atau negara barat lainnya.

Agama Islam menganjurkan agar perempuan bisa menutupi seluruh tubuhnya dengan hijab tapi masih saja ada kasus pemerkosaan yang menimpa perempuan berhijab. Apakah agama Islam salah? Mungkin Anda yang kurang mendalami agama Islam karena Rasulullah SAW menganjurkan agar para lelaki juga menjaga pandangannya dan bahwa memandang lawan jenis yang bukan mahram sampai menimbulkan birahi itu juga sudah berdosa!

Hormatilah Perempuan yang Mengenakan Pakaian Apapun

Ketika saya di México, saya melihat iklan yang sangat menarik sekali di televisi. Ada dua gambar wanita yang mengenakan pakaian berbeda. Yang sisi kiri wanita yang berpakaian tertutup sedangkan yang sebelah kanan wanita yang berpakaian terbuka. Lalu ada pertanyaan, “wanita manakah yang Anda lebih hormati?”

Jujur, saya tidak mau munafik, sayapun memilih wanita yang ada di sisi kiri, yang berpakaian tertutup. Tapi Anda tahu apa jawabannya? “Hormatilah keduanya!” Jujur saya sebagai laki-laki yang mencoba menjunjung emansipasi dan feminisme pun masih terkecoh dengan iklan tersebut yang menandakan bahwa saya belum sepenuhnya menjunjung tinggi emansipasi dan feminisme.

Kemudian ditambahkan lagi di iklan tadi bahwa hormatilah mereka karena di rumah mereka juga punya keluarga. Anda pasti juga tidak mau kan apabila salah satu anggota keluarga Anda entah itu ibu, kakak, adik, sepupu, dan keponakan perempuan Anda dilecehkan? Oleh karena itu, hormatilah perempuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s