History · Movie Review

Ironi di Negara Terluas Sejagat

Apa yang kita bayangkan bila tinggal di negara yang memiliki hamparan tanah yang sangat luas? Tanahnya membentang sepanjang kurang lebih tujuh daerah waktu. Bisa dibayangkan, tujuh daerah waktu! Bukan tiga seperti di Indonesia. Pasti kita membayangkan kita bisa berlarian kemanapun kita suka, membangun rumah yang luas pekarangannya. Namun tidak begitu dengan Rusia. Negara yang luasnya kurang lebih delapan kali lebih besar dari Indonesia,

Ironi inilah yang terjadi di cuilan terbesar bekas  negara adidaya berhaluan komunis yang tidak sempat merasakan pergantian milenium ketiga ini dikarenakan negara ini membubarkan diri pada tahun 1991, Uni Soviet.

Peta Wilayah Rusia yang Daerahnya Paling Banyak Dihuni Penduduk.
Peta Wilayah Rusia yang Daerahnya Paling Banyak Dihuni Penduduk.

Dari peta di atas bisa kita lihat bersama bahwa setengah dari warga Rusia yang berpenduduk kurang lebih 144 juta itu meninggali daerah yang diberi warna merah yang tertera pada peta tersebut.

Yang ironis dari keadaan disana adalah bahwa sebagian besar rakyat Rusia tidak tinggal di perumahan seperti yang bisa dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia, melainkan untuk mendukung terjalinnya cita-cita komunisme untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas agar tidak timbul kecemburuan sosial, masyarakat Rusia yang ketika itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet diharuskan untuk tinggal di rumah susun-rumah susun yang disediakan negara yang kesemuanya memiliki desain yang sama. Bahkan konon katanya interiornyapun sama.

Hal ini tidak lain merupakan warisan kebijakan dari pemimpin Uni Soviet yang sangat kontroversial karena beliau pernah melepas sepatunya dan mengetuk-ngetuk sepatunya bak palu di podium majelis umum PBB pada tahun 1960, Nikita Sergeyevich Khruschev.

Mengatasi Krisis Perumahan dengan Khruschyovka

Contoh Rumah Susun yang Dibangun pada Masa Kepemimpinan Khruschev

Pada awal dekade 1960-an, melalui kebijakannya KhrushchyovkaNikita Khruschev berusaha mengatasi masalah kurangnya ketersediaan perumahan dengan membangun puluhan ribu rumah susun yang berbiaya rendah dan cepat dibangun. Bangunan rumah susun ini masih bisa kita jumpai di seluruh penjuru Rusia dan 15 bekas republik lainnya yang dahulu pernah bergabung dalam Uni Soviet.

Walaupun Uni Soviet dan paham komunismenya kini sudah sirna sehingga kepemilikan pribadi warganya kini sangat dijunjung tinggi disana, namun tetap saja masih sulit bagi warga Rusia untuk bisa membangun, mendirikan, dan memiliki rumah sendiri di wilayah perkotaan. Bahkan teman-teman saya yang pernah pergi  Exchange ke Rusia selama kira-kira dua bulan melalui AIESEC yang  bernama Yanto  menceritakan bahwa dia pernah disangka orang kaya oleh orang Rusia karena dia memberi tahu kepada temannya bahwa di Indonesia dia memiliki dan tinggal di rumah pribadi, bukan di rumah susun. Dan menurut teman saya lainnya yang bernama Hida yang pernah mengintip tagihan sewa hostfam-nya mengatakan bahwa biaya sewa rumah susun disana juga tidak murah, lho.

Hal ini sangat berkebalikan sekali dengan apa yang terjadi di Jawa, di pulau yang lebih kecil dari Pulau Honshu di Jepang ini dihuni oleh 124 juta penduduk. Suatu angka yang fantastis sekali. Bandingkan dengan Rusia yang negaranya begitu luas, penduduknya hanya 144 juta. Hal inilah yang menjadikan pulau Jawa sebagai pulau terpadat di dunia, namun kita tetap saja dengan mudah bisa menjumpai bahwa masih terdapat puluhan juta warga yang enggan tinggal di bangunan bertingkat seperti di rumah susun, apartemen, kondominium, dan lain sebagainya.

Khruschyovka dalam Kebudayaan Populer

Poster FilmMungkin Anda bertanya-tanya, mungkin ngga sih, ada orang yang salah masuk rumah karena bangunannya mirip semua? Saya kurang tahu, tapi kemungkinan ada. Karena pada tahun 1975, ada sebuah film drama komedi-romantis dari Uni Soviet yang berjudul Ironi Takdir atau Nikmati Berendammu (Ирония судьбы или С легким паром) yang berkisah tentang seorang dokter Moskow yang sedang bertunangan, namun secara tidak sengaja ketika sedang mabuk bersama teman-temannya setelah berendam di pemandian umum, temannya salah menerbangkannya ke Leningrad (kini St. Petersburg) dan di Leningrad dia memasuki rumah yang beralamat sama dan desain rumah susunnya sama persis seperti rumahnya di Moskow. Ternyata pemilik rumah tersebut adalah seorang ibu guru yang akan merayakan malam pergantian tahun dengan tunangannya juga. Ketika bu guru tadi baru saja pulang dari keperluannya di luar rumah, dia mendapati ada seseorang tak dikenal yang sangat mabuk tertidur pulas di kasurnya. Bagaimana kelanjutan kisah tersebut? Kalau Anda penasaran, silakan tonton sendiri kisahnya di Youtube. Selamat menikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s