Travelling

Dua Teman Kos Saya yang Sarkastik

Teman-teman kos saya selama di México selama bulan April. Fred (tengah) dan Gino (kanan)
Teman-teman kos saya selama di México selama bulan April. Fred (tengah) dan Gino (kanan)

Kembali lagi saya bercerita tentang pengalaman saya mengikuti pertukaran (exchange) melalui AIESEC yang kedua yaitu pengalaman saya mengikuti pertukaran ke México. Alhamdulillah program pertukaran saya yang kedua ini berbeda dengan yang pertama dimana saya bekerja sebagai relawan di India, namun program pertukaran saya yang kedua kemarin, saya berkesempatan untuk magang di sebuah perusahaan México bernama Empresas Tajín S.A. de C.V.

Perusahaan tempat saya magang memang bukan perusahaan besar sekelas Unilever, Nestlé, Johnson and Johnson´s maupun Procter and Gambler. Tapi perusahaan saya punya cita-cita sebesar mereka. Beruntungnya saya juga, biasanya  program pertukaran AIESEC itu biasanya kita membayar sendiri tiket pesawat untuk pulang-pergi namun tidak dengan saya, dua kali pulang-pergi tiket pesawat saya dibayari kantor.

Jadi selama bekerja di perusahaan ini, berkali-kali saya pindah kos juga di México. Ini adalah teman-teman kos terakhir saya disana pada bulan April. Kenalkan, namanya Fred yang berasal dari Brasil dan Gino yang berasal dari Peru.

Suatu sore sepulang bekerja, kami biasa menghabiskan petang dengan berkumpul di ruang makan dan sibuk on line sendiri-sendiri dan yah, sambil mengobrol sedikit-sedikit lah. Kemudian saya iseng-iseng membuka situs web untuk mencari penerbangan murah bernama skyscanner.net. Saya iseng mencari penerbangan dari Jakarta ke ibukota Peru, Lima, tidak ketemu. Siapa tahu, mungkin suatu hari saya dapat kesempatan main ke Peru, kan? Lalu saya bertanya pada Gino,

“Gino, kok penerbangan dari Jakarta ke Lima PP ngga ada, ya?”  tanyaku.

“Masa, sih?” jawab dia heran.

Kemudian datang timpalan dari Fred yang tidak akan pernah saya lupakan,

“Mana ada penerbangan PP dari Jakarta ke Lima, memangnya di Peru ada bandara internasionalnya!?”

Yak, begitulah sarkasme, bercandanya pelan, halus, tapi dalam. Untung Gino hanya berbalik mengumpat saat itu dan hal-hal sarkasme seperti ini sudah biasa terjadi di masyarakat barat seperti benua Amerika dan Eropa. Oleh karena itu, sebelum bepergian ke dunia barat, persiapkanlah hati Anda! Karena guyonan sarkasme ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka.

Tapi sepertinya ngga juga, deh? Di lingkungan kita juga biasa kita jumpai sarkasme seperti itu, tapi mungkin kita tidak menyadarinya. Apakah Anda juga punya pengalaman berhadapan dengan sarkasme seperti itu? Atau mungkin yang lebih tinggi tingkatannya seperti yang saya alami, sarkasme antar negara? hehe…

 

Baca juga kisah-kisah saya selama mengikuti program pertukaran (exchange) bersama AIESEC di My Exchange Stories. Selamat menikmati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s