Travelling

Teotihuacan, Piramida dari Benua Amerika (Awas Spoiler!)

Di sela-sela masa dinas saya di Kota Mehiko, saya menyempatkan diri mengunjungi salah satu situs purbakala di Mehiko bernama Teotihuacan.Teotihuacan adalah salah satu piramida terbesar yang ada di dunia dan konon katanya koordinat Teotihuacan ini dengan Piramida Giza di Mesir sama.

Berbeda dengan Templo Mayor, menurut informasi yang saya dapatkan dari salah satu arkeolog dan antropolog Indonesia yang sudah tinggal disini selama sepuluh tahun, Dr. Fitra Ismu Kusumo,  Teotihuacan ini tidak dihancurkan atau dikubur oleh pihak penjajah Spanyol karena konon katanya bangunan ini tidak digunakan untuk tempat pemujaan seperti Templo Mayor di Zocalo, pusat kota Mehiko. Lagipula sekitar abad ke-7 situs ini sudah ditinggalkan oleh penduduk setempat karena konon katanya wilayah ini dilanda kekeringan.

Saya mengunjungi situs ini bersama dua staff dari KBRI Kota Mehiko, Mas Tatang, Mas Rio dan teman seapartemennya Nancy.

Berikut ini adalah dokumentasi saya dari Teotihuacan, Selamat menikmati:

Teotihuacan dari Pintu Satu
Semakin Mendekati Situs
Akhirnya Sampai Juga di Hadapan Teotihuacan, Piramida Matahari!

Kami Peringatkan Kepada Para Pembaca Apabila Tidak Ingin Tahu Seperti Apa Puncak Teotihuacan, Saya Persilakan Berhenti Membaca Sampai Disini.

Piramida Bulan dari Puncak Piramida Matahari. Anda Tidak Bisa Mendaki Piramida Bulan Sampai Ke Puncak karena Katanya Konon Membawa Sial.
Puncak Teotihuacan

Di atas puncak Teotihuacan, kami berempat berbicara dan bernyanyi kadang berteriak juga dalam Bahasa Indonesia yang membuat Nancy hanya cengar-cengir kebingungan dengan bahasa apa yang kami gunakan. Mungkin begitu juga yang dirasakan oleh turis-turis lain yang mendaki piramida ini. Mungkin penduduk pribumi Mehikopun juga heran, bahasa pribumi mana yang kami ucapkan. Namun, dari celotehan tidak berguna kami tadi berhasil mengundang keterkarikan seorang pengunjung lokal dari Mehiko dan akhirnya meminta foto berempat bersama kami.

Turis Tak Dikenal, Dua dari Kanan

Cara Mencapai Teotihuacan yang Paling Murah

Nah, pasti informasi inilah yang anda tunggu. Kalau anda agak diberkati dengan banyak rejeki dari yang Maha Kuasa, Anda bisa kesana dengan menaiki Turibus dari Auditorium Nasional setiap jam 9 pagi dengan tarif 700 Peso atau setara dengan 500.000 Rupiah! Namun kalau anda pengen cara murah-meriahnya, anda bisa naik Metro jalur 3 jurusan Universidad-Indios Verdes atau Metrobus Koridor 1 Jurusan El-Caminero – Indios Verdes dan turun di Halte Indios Verdes. Dari sana ada bus yang setiap 30 menit pergi menuju Teotihuacan dengan hanya membayar 38 Peso atau 27.ooo Rupiah. Jauh banget kan bedanya? HTM untuk memasuki kawasan ini untuk warga lokal atau warga asing yang punya KTP sini gratis sedangkan untuk turis asing 50 peso atau sekitar 35.000 rupiah.

Waktu yang paling baik untuk mengunjungi situs ini kalau bisa sepagi mungkin, jam 9 atau jam 10 karena diatas jam itu selain panas, banyak orang yang mendaki piramida-piramida tersebut, padahal ada satu bagian piramida yang sangat curam untuk didaki. Bahaya kan jadinya kalau pas di bagian curam anda jatuh lalu menimpa banyak orang, bisa-bisa nanti piramida ini nanti ngga boleh didaki lagi sama Dinas Pariwisata setempat… hehehe…

Semoga tips ini berguna, ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s