Travelling

Mon Ami, Theo…

Perkenalkan, ini salah satu sahabat saya sewaktu Exchange ke India dua tahun yang lalu namanya Theophille Lawani. Dia adalah salah satu rekan seperjuangan paling tua diantara tim kami. Dia berasal dari sebuah negara Sub-Sahara Afrika yang bernama Togo. Sebuah negara kecil di Afrika yang hanya dihuni oleh 6 juta orang yang kata Theo satu juta penduduknya berprofesi sebagai tentara. Jadi bisa dibayangkan satu diantara lima penduduk di Togo adalah tentara!

Togo pada awalnya dijajah oleh Jerman. Setelah Jerman kalah Perang Dunia Satu, semua jajahan Jerman di Afrika termasuk Togo diserahkan kepada Inggris. Kemudian diserahkan lagi ke Prancis, sehingga kini penduduk Togo selain berbicara dengan bahasa asli mereka, bahasa resmi mereka adalah bahasa Prancis.

Theo juga mengatakan apabila ingin belajar bahasa Prancis, belajarlah ke Togo karena orang Togo apabila berbicara dengan bahasa Prancis, kecepatannya tidak secepat orang Prancis di Prancis sana dan kata teman saya yang dari Prancis bernama Oriane juga mengatakan bahwa kini di Prancis sendiri sudah banyak bahasa slang jadi agak susah kalo mau belajar bahasa Prancis ke Paris sekarang. Sudah cepet ngomongnya, banyak bahasa slangnya lagi.

Theo ini bener-bener sahabat paling karib saya di India, lah. Yang guyonannya paling nyambung diantara rekan-rekan saya yang ada 23 itu cuman Theo. Selain itu dia juga kocak lagi orangnya. Dia pernah bilang ama saya kalau agama itu nggak penting! Yang penting percaya sama Tuhan sama teruslah berbuat baik. Tapi dia selalu membaca alkitab sebelum tidur…

Diantara tim kami selain Eagle, dia juga salah satu orang yang paling malas disana. Suka bangun siang dan dia paling tidak suka masakan di asrama tempat kami tinggal di kuil yang notabene masakan vegetarian. Jadi dia selalu menghilang ke kota untuk makan daging.

Dia itu juga paling malas mencuci pakaiannya sendiri. Pernah karena pakaian kotornya sudah menumpuk, dia akhirnya mencuci pakaiannya. Tinggi sekali tumpukan pakaian kotornya, tingginya ada satu meter mungkin. Lama sekali dia mencucinya. Ketika sedang mencuci, dia tiba-tiba kelelahan sendiri karena saking banyaknya pakaian yang harus dia cuci.

Ada satu cerita yang paling lucu tentang dia. Suatu sore seusai mengajar sambil menunggu makan malam, kami bergantian mandi. Theo kemudian pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi. Dia hanya mengoleskan pasta gigi di atas sikat kemudian meninggalkan pasta giginya di kamar.Β  Ketika sedang gosok gigi, tiba-tiba dari dalam kamar mandi terdengar suara “Buaaaaahhh” yang sangat kencang dari dalam kamar mandi. Kemudian Theo bergegas masuk ke kamar dan melihat pasta giginya. Dia heran jenis pasta gigi apa yang dia gunakan tadi. Mau tau apa sikat giginya? Silakan lihat gambar di bawah:

Odomos, Mosquito Repellent Cream

Kenapa Theo bisa sampai menggunakan Odomos sebagai pasta gigi? Karena waktu dia mau beli pasta gigi ke warung, sama penjaga warung yang bahasa Inggrisnya Pasif parah, yang cuman bisa ngerti bahasa Inggris kalo buat nyebut angka doang, dia dikasih kaya gini. Theo pun ngga curiga karena bentuknya memang seperti pasta gigi, kan? Theo juga tambah yakin dengan Odomos ini karena gambar yang terpampang di bungkusnya juga mirip seperti gambar pasta gigi di Togo, ada gambar keluarganya, tapi dia tidak melihat ada gambar nyamuk di coret di sisi kanan gambar keluarga.

Begitulah kisah temanku Theo. Meskipun aku belum pernah bertemu dengannya, tapi aku masih berhubungan dengannya. Kabar terakhir yang aku dengar, kini dia bekerja untuk badan PBB yang mengurusi perburuhan yaitu ILO :)

One thought on “Mon Ami, Theo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s