Economy and Business

How To Find Passion With Your Heart

Hati. Kita selalu menerka-nerka dimana hati itu berada. Dalam bahasa Indonesia, hati adalah segumpal daging yang merupakan kelenjar paling besar di dalam tubuh kita yang berfungsi untuk menawar racun dalam tubuh. Sedangkan dalam bahasa Inggris, yang dimaksud hati atau heart adalah jantung. Mana dong yang benar kalau begitu, hati itu liver atau jantung? Tapi yang jelas kita bisa merasakan keberadaannya. Ketika kita senang, dada kita terasa lega sekali. Tetapi begitu ditimpa musibah, dada kita langsung sesak dan merasa sulit bernafas. Berarti hati itu paru-paru, dong? Saya tidak mau memulai perdebatan tentang organ mana dalam tubuh yang berfungsi sebagai hati untuk merasakan sesuatu, tapi saya akan membahas tentang cara menemukan Passion dengan hati! :)

Sudah banyak tulisan, buku, dan karya ilmiah lainnya tentang Passion dan kita mungkin bareng-bareng sepakat bahwa tokoh yang paling gencar membicarakan tentang Passion adalah Rene Suhardono melalui beberapa tulisannya tentang Passion seperti Your Job Is Not Your Career yang intinya tentang

Passion is not the something that you really good at. Passion is a something that you enjoy the most

(Passion bukanlah hal yang paling bagus yang bisa kamu kerjakan tapi Passion adalah sesuatu yang ketika kamu mengerjakannya kamu menikmatinya)

Darimana sih datangnya kenikmatan atau kepuasan itu? Tentu saja datangnya dari Hati :) Hati itu memang tidak pernah bohong. Ada kan orang yang kita temui meskipun dia bergelimang harta, tapi hidupnya tidak puas karena dia tidak menuruti kata hatinya? Saya tidak mau banyak berkomentar mengenai itu, di artikel ini saya hanya mau memaparkan sudut pandang saya yang lain mengenai How to Find Passion with Your Heart. Aku baru menemukan dan merasakannya tadi pagi. Setelah melalui pengamatan yang panjang, akhirnya saya merasa bahwa dalam menemukan Passion, hati kita itu mengetuk dan menuntun kita untuk menuju Passion yang kita inginkan. Bagaimana saya bisa mengatakan demikian? Mana bukti ilmiahnya? Saya juga masih belum bisa menjawabnya karena saya bukan peneliti, tapi sekarang saya ingin mengajak anda untuk mencobanya.

Bagaimana caranya? pertama anda bisa berangkat dari kutipan Rene yang “Passion is a something that you enjoy the most“. Hal apa, sih, yang paling anda senang lakukan? Jujur kalau saya orangnya senang membaca fakta-fakta penemuan terbaru tentang dunia ekonomi dan manajemen dan membagikannya dengan teman-teman saya. Saya juga senang sekali mengajarkan apa yang saya ketahui ke orang-orang sekitar saya. Jadi bisa dikatakan kelak saya ingin sekali menjadi dosen. Lalu bagian yang terketuk ama suara hatinya mana?

Hati saya terketuk ketika membaca artikel-artikel berikut:

Carlos Slim
Konglomerat Terkaya di Dunia Carlos Slim

Inilah Jejak Hidup Manusia Terkaya se-Jagad Raya

Carlos kaya dari hasrat orang berhubungan dan bicara dengan sesamanya. Dari telekomunikasilah, hingga saat ini Carlos telah mengumpulkan sedikitnya 49 miliar dolar AS sebagai kekayaannya. Dialah juga yang mengendalikan tiga perusahaan telekomunikasi besar, yakni Telefonos de Mexico (Telmex), Telcel dan Am‚rica M¢vil.

Carlos yang menyandang gelar insinyur teknik sipil dari National Autonomous University of Mexico pada 1961 itu sempat juga mengajar Aljabar dan Linear Programming. Selain itu, dia juga sempat MENGAJAR di lembaga internasional, Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC).

Carlos ternyata seberani sang ayah. Pada tahun 1990 dia membeli Telmex dari pemerintah, dengan menggandeng Southwestern Bell Corp dan France Telecom. Saat itu kondisi Telmex sangat morat-marit. Tanpa gentar, Carlos mengubah perusahaan yang merugi itu menjadi pencetak uang. Sempat ia dikritik telah menaikan tarif telepon di negaranya. Namun, dengan tekad bulat untuk memperbaiki pelayanan telepon di Mexico, berupa tawaran sambungan lokal, interlokal, selular, internet dan direktori telepon, akhirnya kerja kerasnya berbuah manis.

sumber: Republika Online

Ketika saya membaca kata mengajar pada artikel tersebut, tiba-tiba ada yang mengetuk dari dalam hati saya. Artikel dibawah ini juga mengetuk hati saya:

Dari situ akhirnya saya bisa menarik kesimpulan bahwaPassion saya adalah mengajar :)

Kini saya sedang dalam posisi ingin mencari pengalaman sebagai praktisi dulu entah di bidang pemasaran atau SDM dahulu. Nanti kalau saya sudah banyak makan asam garam di dua dunia itu, baru saya akan kembali ke dunia akademis sebagai pengajar dan membagi pengalaman serta insights baru kepada murid-murid saya. :)

Tapi kini posisi saya masih dalam mencari kesempatan itu alias masih Job Seeker (Jangan panggil kaum ini pengangguran karena itu sangat menyinggung sekali karena sebenarnya kami tidak menganggur dalam artian tidak melakukan apa-apa, kami ini sedang mencari dan menunggu panggilan pekerjaan. Hati-hati apabila berbicara dengan kaum yang satu ini apalagi kalau anda sudah bekerja karena perasaan kaum ini baik laki-laki maupun perempuan sangat sensitif. Bahkan lebih sensitif daripada perawan. Kok jadi curhat, sih?) Jadi doakan saya supaya cepat dapet kerja, ya. Supaya saya bisa bercerita dan berbagi lagi tentang apa yang saya alami di hidup saya yang kira-kira bisa berguna bagi anda juga :)

Jadi mulai sekarang, anda bisa mencoba sendiri menemukan Passion anda dengan membaca artikel atau tulisan mengenai orang-orang yang anda kagumi, siapa tahu hati anda akan menuntun anda kesana :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s