Economy and Business

Tipe-tipe Responden Penelitian Perilaku Konsumen

Bagi yang pernah menyebarkan kuesioner, pasti akan merasakan berbagai macam tipe responden yang datanya sangat kita butuhkan untuk membantu penelitian kita. Berbagai macam tipe responden ini saya dapatkan ketika saya melakukan riset untuk menyelesaikan skripsi saya tentang perilaku konsumen. Penelitian saya saat itu adalah mengenai kepuasan konsumen terhadap pelayanan sebuah kereta api argo di Indonesia yang saya lakukan di Stasiun Tawang, Semarang. Tapi mohon maaf sekali artikel saya ini tidak akan membahas tentang skripsi saya,  tapi tentang tipe-tipe responden kuesioner yang mungkin bisa membantu anda dalam menyelesaikan tugas akhir penelitian Anda :)

1. Warga Lanjut Usia

Warga lanjut usia adalah responden yang paling ramah sedunia. Mereka ini sabar sekali. Mereka ini seolah-olah sudah banyak makan asam-garamnya kehidupan. Sehingga yang mereka lakukan sekarang adalah melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan selagi masih ada waktu dan salah satunya adalah dengan berbagi pengalaman mereka mengenai produk yang akan kamu teliti ini. Yang menyenangkan lagi, mereka ini pasti mudah diajak ngobrol karena pada hakekatnya mereka juga sering merasa kesepian karena mungkin ditinggal anaknya yang bekerja, cucunya yang kuliah, pak kusir yang sedang bekerja mengendarai kudanya *loh*, jadi kalo tiba-tiba ada anak muda yang mendatangi dia, pasti dia akan senang sekali. Hal ini sangat memudahkan kita dalam memperoleh data. TAPI… ada tapinya nih untuk responden macam ini.  keterbatasan fisik yang mereka miliki karena sudah dimakan usia yang senja ini membuat kita terpaksa harus membantunya mengisikan kuesioner. Jadi untuk responden macam ini harus kita yang mengisikan untuk mereka. Dan biasanya hal ini memakan banyak waktu.
2. Bapak-bapak
Bapak atau ayah merupakan tulang punggung keluarga. Mereka ini lah harapan keluarga dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Jadi setiap hari ada saja masalah yang menerima mereka di tempat kerja. Lha terus apa hubungannya dengan responden? Untuk responden tipe ini, agak susah-susah gampang kalo dimintai data. Macam-macam alasan digunakan untuk bisa menghindari kita sebagai peneliti dalam melakukan survey antara lain: pertanyaannya terlalu banyak, belum pernah naik kereta itu, atau yang paling absurd lagi ruwet. Yah, sebagai peneliti yang baik kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada responden kita, tapi enaknya kalau dapat dia dengan rela mau mengisi sendiri lembaran kuesioner kita kok, tapi ngga semua bapak-bapak bersedia mengisi lembaran kuesioner kita.
3. Ibu-ibu
Tipe responden yang ini lebih mirip warga lanjut usia, sih. Tapi dalam pengumpulan data mereka lebih menyenangkan. Karena usia mereka belum sebanyak warga lanjut usia, jadi mereka mau kok mengisi sendiri kuesioner kita. Kadang juga disambi curhat juga ke kita. Seru sih, tapi kalau kamu terburu-buru waktu, responden memakan banyak waktu dalam mengerjakan kuesioner.
4. Orang Berpendidikan Tinggi dan Mahasiswa
 Namanya orang yang pernah mengenyam bangku pendidikan tinggi baik itu yang bergelar sarjana, master, doktoral atau bahkan profesorpun pasti pernah mengalami satu fase dimana mereka diminta membuat penelitian untuk mengukuhkan gelar mereka yang artinya mereka pernah berada juga di posisi kita! Sehingga, hal ini sangat memudahkan kita dalam melakukan penelitian. Mereka juga dengan senang hati akan membantu kita karena mereka juga pernah senasib dengan kita. Tapi masalahnya, jumlah penduduk Indonesia yang pernah kuliah dari 237 juta jiwa penduduk Indonesia hanya 5,2 juta jiwa. Jadi bisa dibayangkan susahnya mencari responden semacam ini di tempat umum.
Naaah, ada satu cara lagi biar bisa dapet banyak responden macam ini, cari saja di kampus kamu sendiri, kan pasti banyak tuh yang pernah menggunakan produk yang kamu teliti. Jadi sebelum memulai penelitian, kalau mau mudah dan cepat, pikirkan benar-benar responden seperti apa yang mau anda teliti. Kalau responden anda khusus ke mahasiswa atau pelajar, bisa dijamin penelitian anda cepat selesai surveinya!
5. Orang Pacaran
Naaah, inilah yang menurut saya responden paling baik sedunia. Mereka yang sedang memadu kasih di ruang publik. Selalu tersenyum dan tertawa ketika orang lain merengut menunggu kereta yang tak kunjung datang, mereka malah asik sendiri berdua seolah-olah  dunia ini hanya milik mereka berdua, yang lain ngontrak. Kalo Anda masih jomblo ketika melakukan penelitian, jangan sirik dengan orang-orang semacam ini, karena tipe responden yang seperti ini tuh sepanjang pengalaman saya pasti mau membantu anda karena mungkin yang cowok ngga mau terlihat jahat di mata si cewek atau mungkin emang saya yang lagi beruntung saja nemu responden tipe ini yang lagi baik? Tapi yang jelas, meskipun mereka sepasang, tapi pasti hanya salah satu dari mereka saja yang mau mengisi. Jangan harap anda mendapat langsung dua hasil survei dari tipe responden semacam ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s