History

From Hero To Zero

Philippe Pétain

Jenderal Henri Philippe Benoni Omer Joseph Pétain (24 April 1856 – 23 July 1951)atau yang biasa dikenal dengan Jendral  Philippe Pétain atau Marshal Pétain (Maréchal Pétain) adalah seorang jendral Prancis yang termahsyur pada saat Perang Dunia I, tetapi kemudian jadi pesakitan setelah Perang Dunia II.

Saya merasa, cerita hidup tentang dirinya ini sangat menarik setelah saya mendengar sendiri kisah tentangnya dari teman saya yang merupakan orang Prancis itu sendiri yang bernama Oriane. Oriane dan temannya Jean pada bulan Januari kemarin menjadi pembicara di sebuah konferensi AIESEC di Bukittinggi, Sumatra Barat dan kebetulan saat itu saya menjadi LO-nya. Sambil menunggu sesinya dimulai, saya menemani mereka berdua menyiapkan sesi. Kami saat itu membicarakan banyak hal termasuk situasi terkini di Eropa dimana kini mulai banyak orang Eropa sendiri yang tidak menyukai Uni Eropa, penyebab krisis ekonomi di Yunani yang menyeret semua negara Eropa ke dalam jurang krisis juga, rumor bahwa Napoleon seorang gay hingga Eric Cantona yang kabarnya menyalonkan diri sebagai presiden Prancis, dan generasi masa kini Prancis yang ternyata malah lebih konservatif daripada orang tua-orang tua mereka terdahulu karena mereka sudah mulai tersadar akan sia-sianya budaya liberal yang serba bebas.

Dari semua topik yang kami bicarakan diatas, topik mengenai Jendral Prancis inilah yang menurutku paling menarik. Dalam tulisan ini, saya akan menulis hal-hal yang tidak ada di Wikipedia. Langsung datang dari narasumbernya yang merupakan orang Prancis asli!!!

Jenderal Pétain adalah Jenderal yang banyak membawa Prancis dalam memenangkan Perang Dunia I dengan Jerman dulu. Prancis yang pada awal perang tertekan oleh Jerman sampai-sampai pasukan Jerman hampir mendekati Paris kemudian dipukul mundur oleh tentara Prancis hingga kemudian terjadi kebuntuan antar kedua pasukan yang akhirnya berlanjut kepada gencatan senjata yang diprakarsai oleh Jerman pada tanggal 11.11.1918 dengan maksud untuk mengakhiri Perang Dunia I.

Peta Pergerakan Pasukan Jerman Pada Perang Dunia I
Peta Pergerakan Pasukan Jerman Pada Perang Dunia I

Atas jasanya membawa Prancis kepada kemenangan itulah dia menjadi pahlawan Prancis setelah Perang Dunia I. Bahkan Oriane juga bercerita bahwa anak sekolah dulu juga diajari lagu-lagu tentang Jenderal Pétain. Hingga akhirnya pada tahun 1940, Prancis kembali diserang Jerman dan hanya dalam hitungan bulan sejak dilancarkannya serangan pada tanggal 10 Mei akhirnya Prancis harus bertekuk lutut di hadapan tentara Jerman yang perkasa pada tanggal 22 Juni. Hanya satu bulan 12 hari waktu yang dibutuhkan Jerman untuk menduduki seluruh Prancis.

Banyak faktor yang menyebabkan Prancis dapat dengan mudahnya dikalahkan secara telak oleh tentara Jerman, salah satunya adalah karena tentara Prancis sudah terlalu lelah dengan perang. Mereka sudah tidak ingin berperang lagi  sebenarnya setelah menang di Perang Dunia I. Kemudian untuk menghemat pasukan, tentara Jerman saat itu membagi Perancis membagi dua, wilayah utara dan barat berada dibawah kendali Jerman termasuk Paris, sedangkan sisanya berada dibawah kendali negara boneka bentukan Jerman bernama Prancis Vichy

Peta Prancis selama Perang Dunia II
Pétain meeting Hitler in October 1940.
Pétain bertemu Hitler pada bulan Oktober 1940.

Alasan pemerintah boneka Prancis memindahkan ibukota ke kota wisata bernama Vichy adalah karena Vichy adalah kota yang berisi hotel dan spa yang berarti tidak akan banyak terjadi pemberontakan disana. Dialah Jenderal Pétain, seseorang yang ditunjuk Jerman untuk menjadi kepala negara oleh pemerintahan Nazi Jerman pada masa itu.

Setelah tentara sekutu berhasil memenangkan Perang Dunia II dan berhasil membebaskan Prancis, mereka kemudian menyidangkan Jendral Pétain atas tuduhan pengkhianatan dan pantas diganjar dengan hukuman mati. Namun kemudian diputuskan bahwa dia menerima hukuman seumur hidup dan semua gelar kemiliterannya dicabut kecuali gelar marshall-nya.

Begitulah hidup. Kita tidak tahu kapan kita berada diatas atau kapan kita berada di bawah. Jadi janganlah berkecil hati apabila kita sedang berada dibawah dan janganlah kita merasa iri dengan orang yang berada di atas. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan berada di masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s