Economy and Business

Kenapa Susah-Susah Berbahasa Inggris?

Pada tanggal 9 Januari 2012 aku diajak ibuku ke Solo untuk menemui pembeli produk meubel buatan ibuku yang berasal dari Italia. Ibuku kenal dengan pihak buyer tersebut karena dikenalkan oleh adik ipar ibu saya yang bernama Pak Heru selaku broker atau mediator.

Kami bertiga bertemu di lobi Hotel Novotel Solo. Pertemuan dimulai sekitar pukul 10 pagi. Kemudian bertemulah kami dengan tiga orang Italia yang hampir tidak menyimpulkan sedikit senyuman di depan kami. Berbeda sekali dengan orang Indonesia yang sangat murah senyum bahkan kepada orang asing sekalipun. Inilah pelajaran pertama yang bisa kita petik ketika kita akan berbisnis dengan orang Eropa. Mereka memang tidak banyak tersenyum karena mereka pikir buat apa? Mereka malah sering heran ketika berada disini bahwa orang sini ramah-ramah sekali, kenapa kita mudah tersenyum terhadap siapa saja? Jadi jangan anggap mereka dingin atau arogan, ya. Itu memang kebiasaan mereka saja yang tidak mudah tersenyum dan beramah-tamah terhadap orang yang baru dikenal.

Negosiasi

Negosiasi dibuka oleh Pak Heru yang memulai pembicaraan dengan bahasa Inggris karena kami berasumsi bahwa ketiga orang Italia itu tidak bisa berbahasa Indonesia. Dari buyer yang dari Italia tersebut ternyata hanya ada satu orang yang bisa bahasa Inggris. Kemudian mulailah orang Italia itu melihat-lihat sampel yang dibawa ibuku. ketika negosiasi masih berjalan, tiba-tiba pak Heru meninggalkan kami ditengah-tengah negosiasi dan dia berkata kepada sang buyer bahwa anda bisa bicara langsung dengan ibuku dengan bahasa Indonesia. Ternyata buyer yang bisa bahasa Inggris tadi juga bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan bisa dipahami! Setelah melihat-lihat, sang buyer menyatakan bahwa mereka belum bisa mengambil keputusan karena kami tidak bisa membawakan sampel yang dia minta padahal sang buyer sudah memintanya kepada Pak Heru. pihak buyer meminta kita membawa sampel indoor, tapi pak Heru tidak mengatakannya kepada kami, sehingga sampel yang kami bawa adalah sampel untuk furniture outdoor.

Saya rasa hal ini terjadi karena adanya kendala Bahasa. Pak Heru tidak bisa menangkap maksud keseluruhan dari pihak buyer karena saya beberapa kali juga mendapati ketika kami masih bernegosiasi dengan bahasa Inggris, dia beberapa kali melakukan kesalahan penerjemahan.

Jadi dari kasus diatas kita bisa menyimpulkan bahwa apabila kita akan bernegosiasi dengan orang asing mungkin kita bisa menanyakan terlebih dahulu apakah mereka bisa berbahasa Indonesia atau tidak. Agak jual mahal sedikit lah seperti Orang Prancis yang tidak mau menggunakan bahasa Inggris karena gengsi. Orang Prancis itu sebenarnya pada jago-jago bahasa Inggrisnya, tapi kalo pidato di depan umum, mereka langsung ngomong pake bahasa Prancis. Kok malah jadi ngomongin orang Prancis, sih… Oke kembali ke topik semula, karena apabila ternyata lawan bicara kita bisa bahasa Indonesia itu merupakan keuntungan bagi kita sendiri sehingga pesan-pesan yang mereka inginkan bisa kita tangkap dengan sempurna. Kalau boleh jujur, sebenarnya bahasa Inggris itu juga tidak mudah-mudah amat lho, Bahasa Inggris itu memiliki 16 tenses belum lagi ada ‘to be’ yang suka bikin bingung. Hal inilah yang membuat kita penutur Inggris yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris kesusahan. Akibatnya kalau kita sama-sama bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia kita bisa menghemat banyak waktu, tenaga dan uang kan karena kita bisa sama-sama saling memahami, tidak perlu jauh-jauh ke Solo dan hasilnya nihil seperti yang saya alami kemarin.

Nouriel Says,"Goodbye China, Hello Indonesia"

Saya pernah mengadakan percakapan bahasa Inggris dengan orang Jepan, Rusia, China, dll yang bahasa Inggrisnya pas-pasan. Tapi karena saya tidak paham bahasa mereka dan mereka tidak paham bahasa kita jadi ya apa boleh buat, saya tidak ada pilihan lain…

Mulai sekarang, banggalah dengan bahasa Indonesia! Indonesia sedang dilirik menjadi negara tujuan bisnis sekarang, jadi hal ini juga yang memaksa orang asing belajar bahasa Indoensia. Bahkan Ekonom dari Amerika Serikat bernama Nouriel Roubini pun mengatakan “Goodbye China, Hello Indonesia

One thought on “Kenapa Susah-Susah Berbahasa Inggris?

  1. kata2 “Goodbye China, Hello Indonesia“
    tau gak maksudnya apa?
    di china,sekarang lagi hebat2nya bisnis mereka,dia tidak perlu ”batuan” dari negara lain untuk mengembangkan bisnisnya,terutama yg berkaitan dengan elecktronik. seperti kasus terakhir,china menggugat APPLE atas nama ”I PAD”
    dan akhirnya apple menyadari kalau dia yg kalah.

    di indonesia???????SDA sangat bagus tapi SDM sangat buruk, seperti freeport,misalnya… letak di papua,indonesia, pekerja juga indonesia,tapi siapa pemiliknya?orang/negara indonesia?jelas bukan,itu milik Amerika.

    ini salah satu bukti bahwa indonesia belum merdeka, karena sumberdaya alam kita masih dikuasai asing (kaum kapitalis) bukan hanya PTFI tapi banyak perusahaan tambang asing yang melakukan hal yang sama dengan dukungan negara mereka untuk menekan pemerintah Indonesia.
    setelah penjajahan secara fisik gagal didunia kini kapitalis melakukan strategi baru dengan cara penjajahan secara ekonomi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s