History

Ribuan Alasan Untuk Membenci Stalin

Joseph Stalin

Iosif Vissarionovich Dzhugashvili atau yang lebih dikenal dengan nama Joseph Stalin adalah pemimpin kedua Uni Soviet yang menggantikan Vladimir Lenin yang meninggal pada tahun 1924. Pria berkebangsaan Georgia ini lahir pada tanggal 18 Desember 1878 di Gori, Kekaisaran Rusia yang kini merupakan bagian dari Georgia.

Selama kepemimpinannya, dia berhasil merubah Uni Soviet yang merupakan negara penerus dari Kekaisaran Rusia yang perekonomiannya ditunjang oleh sektor pertanian menjadi negara Industri yang maju, bahkan setelah Perang Dunia II berakhir, Uni Soviet menjadi negara industri terbesar kedua di dunia. Namun, prestasinya yang gemilang ini lahir dari tangannya yang perkasa, wataknya yang keras dan terkadang tanpa belas kasihan terhadap lawan-lawan politiknya. Kalau saya boleh mengutarakan pendapat pribadi, menurut saya dia lebih kejam daripada Adolf Hitler. Selama transisi dari negara agraris ke negara industri, banyak sekali darah warganya sendiri yang tertumpah untuk melawan kebijakannya yang keras itu.

Sekarang melalui blog ini, saya ingin menumpahkan perasaan kebencian saya terhadap dia. Berikut ini adalah alasan-alasan yang membuat saya menobatkan dia menjadi manusia paling jahat sejagad untuk saat ini. Mungkin kelak di masa depan ada yang lebih jahat lagi, tidak ada yang tahu…

1. Stalin membungkam rakyat dan lawan-lawan politiknya dengan keji

Stalin, meskipun dia tidak pernah diangkat sebagai pengganti Lenin yang sah, tapi kekuasaannya sungguh mutlak. Dia tidak segan-segan membantai rakyatnya sendiri yang dicurigai sebagai musuh negara. Masih dicurigai, lho! Dia sangat ingin dicintai rakyatnya, sampai-sampai dia tega membunuh pemimpin partai Leningrad, Sergey Kirov yang dicintai oleh rakyat Leningrad. Tidak hanya itu saja, dia bahkan juga tega membunuh teman seperjuangannya dulu dan ketua Tentara Merah, Leon Trotsky. Kemudian pembunuhnya Ramón Mercader diberi penghargaan “Order Of Lenin” oleh Stalin. Stalin juga memberikan izin untuk membantai 346 orang yang dituduh kontra-revolusi dan musuh negara.

Stalin Membubuhkan Namanya pada Daftar Nama Orang-orang yang akan Dieksekusi karena Dituduh Kontra-Revolusi.

Selain itu, untuk meningkatkan output pertanian, Stalin memerintahkan adanya kolektivisme pertanian. Kolektivisme disini adalah adanya pengawasan secara ketat oleh para perwira partai komunis agar kegiatan pertanian berjalan efektif. Tapi ternyata hal ini tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kemudian Stalin menuduh para Tuan Tanah (Kulak) sebagai biang keladi masalah ini. Kemudian dia segera menangkap para Kulak, pembantu Kulak atau mantan Kulak untuk dieksekusi atau dikirim ke Kamp Kerja Paksa Gulag.

2. Stalin membuat jutaan rakyatnya kelaparan

Stalin menurut Harun Yahya adalah salah satu penganut Teori Darwin. Dia sangat percaya dengan seleksi alam dan evolusi. Sehingga hal ini sangat berpengaruh juga pada ilmu yang diterapkan pada bidang pertaniannya. Dia sangat menentang hukum Mendel, sehingga hal ini menyebabkan panen gagal dimana-mana dan menyebabkan jutaan rakyatnya mati kelaparan. Sedangkan para ilmuwan yang menentang pendapat ini… Tahu sendirilah nasibnya bagaimana…

Dia juga sengaja ingin membuat rakyat Ukraina kelaparan karena Ukraina dianggap kontrarevolusi. Bahkan ada sumber yang mengatakan jumlah rakyat Ukraina, yang saat itu merupakan bagian dari Uni Soviet, yang mati ditangan Stalin lebuih banyak daripada yang mati di tangan tentara Jerman

3.  Stalin mengijinkan pembunuhan sekitar 20.000 tawanan Polandia

Tawanan Polandia
Tawanan Polandia
Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat. Terlihat di gambar, Tentara Jerman sedang berdiskusi dengan Tentara Uni Soviet

Hal ini terjadi sebagai buntut Perjanjian tidak saling menyerang yang ditandatangani oleh kedua Menlu dari Jerman dan Uni Soviet yang dikenal juga dengan Perjanjian Molotov-Ribbentrop. Buntut dari perjanjian tidak saling menyerang ini adalah kedua negara sama-sama saling menyerang Polandia kemudian membagi dua wilayah tersebut.

Setelah kedua negara ini sudah menundukkan Polandia, baik di pihak Uni Soviet maupun di pihak Jerman sama-sama mengantongi banyak sekali tawanan perang pasukan Polandia yang menyerah.

Kemudian untuk semakin melemahkan perlawanan warga Polandia dan untuk menunjukkan bahwa Uni Soviet benar-benar memiliki kebijakan anti-Polandia

Persetujuan Stalin atas Pembantaian Katyn

Uni Soviet tidak hanya membantai para perwira militer saja, tetapi juga para politikus dan intelektual yang dianggap kontra revolusi. Ketika Jerman memutuskan untuk menyerang Uni Soviet melalui operasi Barbarossa yang dilancarkan pada tanggal 22 Juni 1941, Jerman menemukan kuburan massal para korban pembantaian Katyn ini dan mengumumkan kepada dunia tentang kekejaman Uni Soviet dan polisi rahasianya, NKVD. Tapi sejarah adalah milik sang pemenang. Ketika Uni Soviet berhasil membuat Jerman bertekuk lulut empat tahun kemudia, Uni Soviet dengan mudahnya dan tanpa rasa bersalah memutarbalikkan fakta dan mengatakan bahwa pembantaian Katyn dilakukan oleh Tentara Jerman ketika menyerang Uni Soviet.

4. Stalin tidak sayang dengan keluarganya

Yakov Dzhugashvili

Pada masa-masa awal penyerangan Jerman ke Uni Soviet, tentara Nazi Jerman menangkap seorang perwira artileri bernama Letnan Yakov Dzhugashvili yang tidak lain tidak bukan merupakan anak dari Joseph Stalin sendiri! Kemudian sepanjang perang, Uni Soviet berhasil memukul mundur Jerman dari Stalingrad dan menangkap Jendral von Paulus. Kemudian Jerman ingin mengadakan pertukaran tahanan dengan Uni Soviet. Tapi Stalin menolak usulan tersebut. Dia bersikeras bahwa Jendral tidak bisa ditukar dengan letnan!

Kemudian karena ini urusan keluarga, Jerman berusaha untuk melakukan pertukaran dengan lebih personal lagi. Pihak Jerman ingin menukar Yakov dengan Leo Rudolf Raubal yang merupakan keponakan dari Adolf Hitler yang tertangkap di Stalingrad. Namun lagi-lagi, usulan ini ditolak dengan alasan “Perang ya Perang!”

Svetlana dan Joseph Stalin. Pencitraan yang Bagus Sekali

Karena saking kejamnya, istrinyapun bahkan sampai bunuh diri karena tidak kuat lagi punya suami yang kejam seperti Stalin. Putrinyapun yang bernama Svetlana yang baru saja meninggal di pelarian karena membelot dari Uni Soviet juga pernah berusaha bunuh diri namun tidak berhasil. Namun hal itu tidak membuat hati Stalin semakin lunak, dia malah berseloroh,”mau bunuh diri saja meleset.”

Jadi bisa dibayangkan, dengan keluarganya sendiri aja seperti itu, bagaimana dengan nasib para tentara yang mundur dari garis depan?

Setelah Perang Dunia II Berakhir dan Tentara Jerman menyerah, masing-masing sekutu menahan beberapa tawanan perang. Inggris, Amerika Serikat dan Uni Soviet masing-masing menahan sekitar tiga juta tawanan. Sebagian besar tawanan perang Jerman tadi dikirim ke kamp kerja paksa di Gulag dan sebagian lagi untuk membantu membangun kembali Uni Soviet yang porak poranda karena perang. Para tawanan ini baru dibebaskan setelah Stalin meninggal tahun 1953, namun menurut beberapa sumber sekitar 400rb sampa satu juta tentara tidak kembali.

Apabila di total kira-kira selama Stalin hidup, dia telah membunuh 20 juta orang. Bukan angka yang kecil kan? itu setara 2/3 penduduk Jawa Tengah atau lebih banyak dari penduduk Jakarta. Kalau Stalin jadi gubernur Jakarta, dia bisa saja menggunakan alasa kontrarevolusi untuk melenyapkan mobil-mobil serta motor-motor yang membuat Jakarta macet. Namun untung dia bukan gubernur Jakarta.

Namun sebagai pecinta sejarah, saya juga harus menilai fair dengan kinerja Stalin. Selain mengubah Uni Soviet jadi negara industri yang kuat, dia juga membawa Uni Soviet menjadi pemenang pada Perang Dunia II melawan Jerman dan Jepang. Bahkan ketika Jerman sudah di depan pintu gerbang Moskwa, dia masih mengadakan parade militer tahunan yang biasa diadakan setiap tanggal 7 November untuk memperingati Revolusi Sosialis Oktober. Pidato yang disampaikannya pada saat itupun sangat membakar semangat.

Bagaimana menurut anda pidato tadi? Meskipun di atas kertas saat itu Uni Soviet belum ada kepastian untuk menang, tapi dia berani mengatakan ini hanya untuk sementara dan dia juga membakar semangat pasukannya dengan mengatakan bahwa kita ini adalah Pasukan yang akan membebaskan Eropa dari kekejaman Nazi Jerman.

Nampaknya agak berlebihan ya kalau bilan ribuan, padahal kenyataannya cuman empat. Tapi di masing-masing alasan tadi ada ribuan atau bahkan jutaan orang yang tidak bisa melihat matahari terbit dari timur lagi karena kebijakannya.

Semoga kelak, dunia tidak akan menjumpai lagi pemimpin seperti ini. Begitulah sejarah. Kadang menyakitkan, kadang menyenangkan. Tapi kebanyakan sejarah hanya sekumpulan luka lama yang kita korek untuk kita jadikan pembelajaran di masa depan agar masa depan kita bisa lebih baik lagi.

4 thoughts on “Ribuan Alasan Untuk Membenci Stalin

  1. stalin memang kejam bro tapi uni soviet jadi negara super power dibawah stalin
    dan kalo soal anaknya Yakov menurut ane bukan kejam, kalo pemimpin saja mengorbankan anaknya demi tanah air justru ini teladan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s