Economy and Business

Kereta Apiku Sayang, Kereta Apiku Malang

Yap, Aku aku adalah pencinta berat dengan sarana transportasi yang berjalan laiknya ular ini meskipun ular adalah hewan yang paling saya benci dan saya takuti. Kecintaanku dengan si ular besi ini berawal ketika ayahku pulang dari studinya di Inggris dan membelikan aku miniatur kereta api berikut jalurnya. Yang di belinya adalah sebuah miniatur kereta api uap dan sebuah kereta api diesel elektrik. Aku benar-benar terpukau ketika ayahku mulai merangkai-rangkai relnya dan kemudian menghubungkannya dengan sebuah adaptor dan dari adaptor itulah beliau menjalankan atau memundurkan kereta api tersebut.  Ayahku berniat ingin membuat diorama kereta api di rumah. Ayahku bahkan sampai berkunjung juga ke persemakmuran Inggris lainnya yang juga tetangga kita, Australia, untuk membeli satu set rel, lokomotif kereta api Diesel milik perusahaan Union Pasific, beberapa gerbong dan rumah-rumahan. Bahkan ayah juga sudah menyiapkan meja khusus untuk dioramanya itu. Karena saat itu ada renovasi rumah, semua set peralatan kereta disimpan dalam sebuah kotak perkakas dengan rapi.  Namun sayang, selesai renovasi, tidak ada satupun yang tersisa dari kotak perkakas itu. Sepertinya semuanya raib dicuri oleh si tukang…

Kecintaanku kepada kereta api semakin bertambah ketika aku mulai membaca sejarah-sejarah perkeretaapian dan pengaruhnya terhadap kemajuan beberapa bangsa di Amerika, Eropa, dan Jepang. Semenjak diciptakan, kereta api tidak pernah diciptakan dengan tujuan peperangan, berebeda dengan pesawat terbang yang memang tujuan penciptaannya adalah untuk berperang, kereta api digunakan untuk membantu perdagangan dan arus distribusi barang yang saat itu sedang terperangkap dalam euforia revolusi industri pada abad ke-19 setelah penemuan mesin uap yang ditemukan oleh James Watt.

Saking cintanya dengan kereta api, aku bahkan membuat skripsi tentang kereta api. Apabila bepergian di Pulau Jawa, sebisa mungkin naik kereta api meskipun beresiko mengalami keterlambatan selama berjam-jam. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga sudah cinta.

Kantor Pusat PT KAI (Persero)

Setelah menyelesaikan skripsi, ibuku bilang bahwa beliau memiliki teman yang saat ini bekerja sebagai salah satu Dewan Direksi di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Ibuku bahkan bercerita ke beliau kalau saya juga berminat bekerja disana karena belakangan ini aku melihat kinerjanya juga meningkat, labanya juga meningkat, jarang kecelakaan lagi. Saya ingin terlibat dalam reformasi PT Kereta Api ini. Akhirnya saya mendapat kehormatan untuk bertemu beliau secara langsung di kantor pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jl. Perintis  Kemerdekaan, Bandung. Dan tanggal pertemuan saya dengan beliau adalah tanggal 28 September 2011 atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kereta Api ke-66 dan bertepatan juga dengan peresmian logo baru PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu salah satu pimpinan kereta api di hari ulang tahunnya.

Aku membuat janji untuk bertemu beliau pada pukul 13:00. Saat itu posisiku sedang berada di Jakarta karena beberapa hari sebelumnya aku mengikuti Job Fair disana. Perjalananku ke Bandung aku tempuh dengan Kereta Argo Parahyangan selama kurang lebih dua setengah jam perjalanan. Sungguh luar biasa pemandangan alam sekitar kalau kita naik kereta ke Bandung. Kita bisa melihat Tol Cipularang, bahkan di beberapa bagian kita seperti merasa terbang ketika melewati jembatan yang menghubungkan satu bukit dengan bukit lainnya.

Aku tiba di kantornya tepat pukul 13:00. Suasana kantor sangat ramai sekali ketika aku datang, karena ST 12 diundang ke acara tersebut untuk memeriahkan perayaan HUT Kereta Api ke-66. Ketika aku sampai di ruangannya, beliau sedang ada rapat dengan dewan direksi lainnya, saya bertemu beliau sekitar pukul 14:30. Sungguh suatu kehormatan juga saya dijamu makan siang bersama dia. Namun yang akan saya alami selanjutnya adalah hal yang sangat membuat saya terenyuh mengetahui kondisi perkeretaapian di Indonesia saat ini.

Ketika sedang makan siang dengan beliau, pertanyaan pembuka pertama adalah,”Kenapa anda tertarik bergabung dengan kereta Api?”

aku jawab aja dengan semua fakta yang ada di perkeretaapian Indonesia, bahwa PTKAI sekarang kinerjanya lagi bagus dan apabila dioptimalkan, Kereta Api bisa lebih bagus lagi karena kereta api adalah sarana transportasi yang sangat efisien, karena bisa mengantarkan penumpang dari satu pusat kota ke pusat kota yang lain.

Aku kira jawaban ini bisa meyakinkan dia, tapi kemudian raut wajahnya tampak berubah maram, kemudian dia melontarkan kata-kata yang bagi saya cukup mengejutkan bagaikan petir menyambar di siang bolong,”Hah, kereta api efisien? Itu kan bahasanya politisi!”

Kemudian beliau meneruskan,”denger ya mas, PT KA itu SDM-nya ada 27000. 7000 lulusan SD dan 7000 lulusan SMP dan mereka sudah tua semua. Ketika saya datang, PT KA tidak memiliki alamat email. untuk berkomunikasi saja mereka masih menggunakan telex!” kemudian beliau mengambilkan salah satu contoh telex kepada saya.

Saya sempat meotong sedikit penjelasannya. Karena saya ada sedikit pengalaman di bidang SDM, saya melemparkan pertanyaan kepada beliau,”Kalau cuma menggunakan email kan karyawan bisa di-training, pak?” kemudian dia menjawab dengan raut wajah sedikit emosi,”Training? Duitnya dari mana?”  Dia lalu menunjukkan foto yang ada di ruang kerjanya. Sebuah baut rel yang bertuliskan angka 1920 yang hingga kini rel tersebut masih digunakan oleh PT KAI (Persero). “Tuh mas lihat, untuk mengganti rel tua saja pemerintah tidak bisa!”

“Kerja di PTKA itu perusahaan kolot, serba menunggu perintah! Maju nunggu perintah, mundur menunggu perintah, diam juga menunggu perintah. Ngga ada ilmunya kamu kerja disini. Pintar-bodoh gajinya sama! Kalo kamu kerja disini, kamu masuk golongan III A, sama seperti PNS dan untuk menjadi VP atau kepala daerah operasi PT KA membutuhkan waktu sekitar 20 tahun. Tadi kamu bilang kereta api itu efisien. Denger ya mas, kita itu rel nyewa negara! 30% pemasukan PTKA digunakan untuk membayar sewa rel ke negara dan BBM kereta tidak disubsidi. Kita membayar Rp 9300 per liter! Kalo truk bisa melaju di jalana gratis dapat subsidi pula, kita ini sudah relnya mbayar, solarnya ngga dapat subsidi dari pemerintah! PT KA itu kelihatan bagus , karena saya yang moles. Jabatan saya ini sebelumnya ngga ada di PTKA. Sudahlah saya minta kamu pikir-pikir lagi kalau mau masuk PT KA”

Kemudian salah satu anak buahnya masuk untuk memberikan laporan yang diminta oleh beliau. kemudian dia meminta anak buahnya untuk bercerita kepada saya tentang perasaannya dia bekerja di PTKA. Kemudian, berikut jawaban anak buah beliau:

“Saya nyesel mas kerja disini. Saya baru bergabung dengan PTKA selama dua tahun dan saya nyesel kerja disini. Saya aja bingung kok anak buah saya mau kerja disini. Jadi saya itu sebenarnya kerja di PTKA gara-gara mau mengabdi, mas. Gaji saya sebelumnya di XL 70 juta, saya pindah kesini gaji saya jadi 40 juta. Tapi dengan lingkungan kerja seperti ini, saya nyesel kerja disini. Nanti aja kalo saya pindah, saya mau ngajak semua anak buah saya pindah juga.”

Jadi, dengan tulisan saya di blog ini, mungkin bisa memberi kalian jawaban kenapa, sih kok kereta api tiketnya mahal? Sudah mahal, sering terlambat lagi. Bahkan, mungkin ini juga penyebab kenapa kok Dirut PT KAI (Persero), bapak Ignatius Jonan nampaknya pasrah-pasrah saja kalau dia diganti dan kembali menjadi bankir. Berbeda dengan Dahlan Iskan yang sepertinya berat sekali meninggalkan PT PLN (Persero) meskipun jabatan beliau kini adalah Menteri BUMN.

Kalau ingin membandingkan perusahaan, bandingkanlah dengan yang produk dan industrinya sama. Kalau ingin membandingkan BUMN, bandingkanlah dengan BUMN lainnya. Karena PT KAI (Persero) adalah satu-satunya operator tunggal kereta api di Indonesia, maka apabila kita ingin membandingkan PT KAI (Persero), bandingkanlah dengan BUMN kereta api di negara lain.

Saya ingin sekali PT KAI (Persero) bisa besar seperti SNCF (PT KA  Perancis) yang bisa masuk Fortune top 500 companies dan memiliki kereta yang bisa berlari hingga 515 km/jam. Saya juga ingin PT KAI (Persero) bisa seperti AMTRAK (PT KA Amerika Serikat) yang baru saja mampu mengantar 30 juta penumpang dalam setahun. Meskipun ingin melakukan IPO di wall street, namun AMTRAK tidak akan kehilangan dana subsidi dari pemerintah federal Amerika Serikat seperti pernyataan anggota konggres dari Virginia Barat, Nick Rahall, yang dikutip dari The Economist.

Salah Satu Kereta Api AMTRAK Yang Terkenal, Acela Express

Tampaknya, karyawan PT KAI (persero) pun juga sudah mulai kesal dengan pemerintah yang seenaknya sendiri memperlakukan PT KAI. Setiap tahun, PT KAI (Persero) merugi sebesar Rp 360 milyar karena BBM yang tidak disubsidi pemerintah ini. Ibaratnya, pemerintah ini sepertinya memperlakukan anaknya kandungnya sendiri ini bak anak tiri. Karyawan PT KAI (Persero) berencana akan mogok apabila hingga bulan desember 2011, tuntutan mereka adalah agar pemerintah memberikan BBM bersubsidi kepada PT KAI (Persero). Menteri BUMN, Dahlan Iskan juga mendukung tuntutan para karyawan PT KAI (Persero) ini.

Semoga pemerintah mau mendengar dan menuruti tuntutan para karyawan, karena bagaimanapun, PT KAI (Persero) ini anakmu juga wahai pemerintah. Dia berperan vital juga dalam perjuangan kemerdekan Republik Indonesa melalui Angkatan Muda Kereta Api yang biasa disingkat AMKA. Jadi sudah sepantasnyalah apabila engkau mulai memperhatikan nasib anakmu yang satu ini. Kasihan dia, ketika rekan-rekannya bisa berlari lebih kencang, mengangkut lebih banyak orang, ular-ular besimu malah terbelenggu dengan kebijakanmu yang berat sebelah ini…

 

 

2 thoughts on “Kereta Apiku Sayang, Kereta Apiku Malang

  1. Halo Mas, bagus ini tulisannya. Sebagai railfan, saya sedih juga kalau ternyata semangat orang dalam sudah seperti ini :(
    Ohya mas, numpang izin share URL tulisan ini di forum Railfan ya :)
    Btw setelah dialog ini, jadi apply ke Kereta Api nggak? :D

    1. monggo mas. Kalo boleh tahu forum railfan-nya apa ya mas? Mau ikutan gabung, dong :D

      Kita lihat aja, mas nanti… siapa tahu nanti ditawarin jadi direktur apaaaa gitu di PTKAI… hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s