Culture

Dosakah kita mencampur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing?

memperingati 100 tahun kebangkitan nasional kemarin, banyak banget isu2 yang diangkat yang berkenaan dengan nasionalisme. kaya apa yang udah kita perbuat bagi bangsa ini, kesetiaan kita ama negara ini, dan keikhlasan kita dalam berbahasa Indonesia yang notabene adalah bahasa persatuan.

Banyak pihak yang menyesal dengan generasi muda sekarang, terutama dalam berbahasa Indonesia. (Katanya) mereka suka mencampurkan bahasa Indonesia ama bahasa lain, entah Inggris, Jerman, Perancis, ato mungkin ama bahasa-bahasa lain seperti Jawa, Sunda, Minang, Timor, dll.

Menurut saya hal ini wajar-wajar aja. Karena ga ada bahasa di dunia ini yang ga kepengaruh ama bahasa lain. Malah dulu ada buku yang berjudul β€œ9 dari 10 kata di bahasa Indonesia adalah kata serapan.” Hal ini juga ga cuman terjadi di Indonesia, kok. Di Eropa sono ada juga kata2 serapan dari bahasa lain. Contohnya Kindergarten yang artinya Taman Kanak-kanak dalam bahasa Inggris, itu berasal dari bahasa Jerman. Ambulance berasal berasal dari bahasa Perancis. L’Armistice dalam bahasa Perancis juga berasal dari bahasa Inggris, Pact dalam Bahasa Inggris juga berasal dari bahasa Arab,dan lain-lain. Menurut saya hal ini bagus karena bisa menambal kekurangan dari bahasa2 kita. Bahasa itu ciptaan manusia, jadi ga ada yang sempurna.

Kalo mau jujur2an nih ya, meskipun penduduk Indonesia itu ada 230 juta, tapi Bahasa Indonesia adalah bahasa yang relatif MINORITAS di Indonesia. Ga percaya? Di wikipedia pernah disebutkan bahwa orang jawa di Indonesia ada 80 juta, 12% cuman bisa bahasa Indonesia, 18% bisa bahasa Indonesia dan Jawa (seperti saya), dan sisanya ga bisa bahasa Indonesia ama sekali. Itu baru suku Jawa, belum suku2 lain di Indonesia yang katanya ada lebih dari 200 suku.

Bahasa Indonesia itu hanya digunakan di sebagian besar Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia atau di daerah pedesaan yang menjadi objek wisata. Bahasa Indonesia juga digunakan di media cetak dan elektronik serta acara2 resmi nasional seperti upacara, pelantikan, pencopotan jabatan, wisuda, dll.

Jadi gak masalah lah kalo ada orang kaya Cinta Laura, atau pemuda2 lainnya yang suka mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain, toh bahasa kita juga banyak berasal dari bahasa Belanda, Arab, Cina, dan Daerah, kan? Kalo sekarang kita mencampur bahasa Indonesia ama bahasa Inggris, itu hanya karena perkembangan dan tuntutan jaman aja.

Tapi bagi anda yang bener2 merasa nasionalis ampe penggunaan bahasa aja ga mau dicampur ama bahasa lain, mungkin kosa kata di bawah bisa membantu.

Download : mengunduh (padahal ngunduh asalnya dari bahasa Jawa tuh…)
Hack : Retas
Scanner : Pemindai
Pager : Penyeranta
Clubhouse : Janapada
Masturbate : Merancap
Prototype : Purnarupa
Bartender : Pramusaji

Dan lain-lain, yang bisa saudara baca sendiri di kamus besar bahasa Indonesia…
Hehehe…

2 thoughts on “Dosakah kita mencampur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing?

  1. Saya setuju dengan saudara wawiirrrr…….!
    Rasa nasionalisme kan gak ditunjukkan dari bahasa aja, jiwa dan sikap dong yg lebih utama di tunjukkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s